Nilai investasi emas digital terpantau mengalami penurunan secara serentak pada perdagangan Kamis, 14 Mei 2026. Koreksi harga ini terjadi pada berbagai platform jual beli populer di Indonesia.
Kondisi pasar yang cenderung melemah ini dipengaruhi oleh dinamika pergerakan harga emas global serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Meskipun turun, minat masyarakat terhadap instrumen ini terus menunjukkan tren positif.
Emas digital dilansir dari Investor Daily kian diminati karena menawarkan fleksibilitas tinggi bagi investor ritel. Akses secara daring dan batas pembelian nominal kecil menjadi alasan utama bagi masyarakat untuk berinvestasi secara bertahap.
Penurunan harga terjadi di platform Treasury, Lakuemas, hingga ShariaCoin dengan besaran yang bervariasi. Berikut adalah detail perubahan harga yang dihimpun hingga waktu penayangan berita ini.
| Platform Pengelola | Harga Beli (per Gram) | Harga Jual (per Gram) |
|---|---|---|
| Rp 2.669.095 (-Rp 15.305) | Rp 2.581.548 | Rp 2.707.000 (-Rp 16.000) |
| Rp 2.634.000 (-Rp 16.000) | Rp 2.780.000 (-Rp 12.000) | Rp 2.698.000 (-Rp 12.000) |
Di platform Treasury, harga beli tercatat turun sebesar Rp 15.305 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, Lakuemas mencatatkan penurunan harga beli dan jual yang identik, yakni sebesar Rp 16.000 per gram.
ShariaCoin juga mengikuti tren penurunan dengan koreksi sebesar Rp 12.000 baik untuk harga beli maupun harga jualnya. Penurunan ini menjadikan harga emas digital di platform tersebut berada di level Rp 2,78 juta untuk harga beli.
Investasi emas digital dipandang sebagai alternatif yang aman bagi mereka yang ingin membangun portofolio aset lindung nilai secara konsisten. Karakteristiknya yang mudah diakses menjadikan emas digital pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.