Harga Emas Antam Pegadaian 7 Mei 2026 Melonjak Rp 65.000 Per Gram

Harga Emas Antam Pegadaian 7 Mei 2026 Melonjak Rp 65.000 Per Gram
Foto: Ilustrasi Harga Emas Antam Pegadaian 7 Mei 2026 Melonjak Rp 65.000 Per Gram.

Harga emas Antam yang dijual melalui Pegadaian mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Lonjakan harga ini terjadi jika dibandingkan dengan posisi pada sesi perdagangan sebelumnya.

Dikutip dari Money, data terbaru dari laman Galeri 24 Pegadaian menunjukkan harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di angka Rp 2.936.000. Nilai tersebut mencatatkan kenaikan sebesar Rp 65.000 dari hari sebelumnya.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam di Pegadaian dipatok pada level Rp 2.644.000. Untuk satuan terkecil 0,5 gram, harga jual tercatat Rp 1.521.000 dengan nilai buyback Rp 1.322.000.

Daftar Harga Jual dan Buyback Emas Antam di Pegadaian 7 Mei 2026
Ukuran EmasHarga Jual (Rp)Harga Buyback (Rp)
1.521.0001.322.0002.936.000
2.644.0005.810.0005.288.000
8.689.0007.932.00014.446.000
13.221.00028.834.00026.442.000
71.955.00065.782.000143.827.000
131.564.000287.573.000263.129.000

Kondisi Pasar Emas Global

Di pasar internasional, harga emas dunia terpantau bergerak stabil dan mendekati level tertingginya dalam sepekan terakhir pada Kamis, 7 Mei 2026. Pelaku pasar saat ini tengah menanti kepastian mengenai negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot berada di level 4.688,16 dollar AS per troy ons pada pukul 00.59 GMT. Sebelumnya, harga sempat melonjak hampir 3 persen pada Rabu, 6 Mei 2026, yang merupakan level tertinggi sejak akhir April.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,1 persen ke angka 4.696,60 dollar AS per troy ons. Dinamika politik antara Washington dan Teheran menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar global.

Faktor Ekonomi dan Kebijakan The Fed

Pemerintah Iran menyatakan tengah meninjau proposal perdamaian dari AS yang berpotensi mengakhiri konflik secara resmi. Namun, beberapa tuntutan krusial terkait program nuklir dan akses Selat Hormuz dilaporkan masih menjadi titik perdebatan.

Dari sisi ekonomi makro, laporan ADP menunjukkan pertumbuhan payroll sektor swasta Amerika Serikat pada April 2026 melampaui ekspektasi. Hal ini membuat investor waspada terhadap kebijakan suku bunga yang akan diambil oleh bank sentral AS atau Federal Reserve.

Sejumlah pejabat The Fed memperingatkan bahwa ketegangan geopolitik yang melibatkan AS dan Iran dapat memicu inflasi berkepanjangan. Sementara itu, SPDR Gold Trust melaporkan adanya penurunan kepemilikan emas sebesar 0,2 persen menjadi 942,50 metrik ton.

Artikel terkait

Rekomendasi