Harga Emas Antam Hari Ini 1 Juni 2026: Cek Daftar Terbaru yang Banyak Dicari

Harga Emas Antam Hari Ini 1 Juni 2026: Cek Daftar Terbaru yang Banyak Dicari
Foto: Harga Emas Antam Hari Ini 1 Juni 2026: Cek Daftar Terbaru yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)

Harga emas batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau tidak mengalami perubahan pada perdagangan hari ini, Senin 1 Juni 2026. Stagnannya harga logam mulia ini bertepatan dengan momen peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.

Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam saat ini masih bertahan di angka Rp 2.799.000 per gram. Nilai tersebut sama persis dengan harga yang ditetapkan pada perdagangan hari sebelumnya, yakni Minggu 31 Mei 2026.

Kondisi yang sama juga terjadi pada harga beli kembali atau buyback emas Antam yang tetap stabil. Saat ini, harga buyback berada di level Rp 2.609.000 per gram bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emasnya kepada Antam.

Sebagai informasi tambahan, pergerakan harga emas Antam pernah mencatatkan sejarah tertingginya pada Kamis, 29 Januari 2026 lalu. Kala itu, harga emas melonjak hingga Rp 3.168.000 per gram dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.

Informasi harga yang disajikan ini merujuk langsung pada situs resmi Logam Mulia yang dikelola oleh unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Hal ini memastikan bahwa data harga yang diterima publik memiliki tingkat akurasi serta kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut adalah daftar lengkap harga emas Antam untuk berbagai ukuran pada Senin, 1 Juni 2026:

Ukuran Emas Harga Jual (Rp)
0,5 gram 1.449.500
1 gram 2.799.000
2 gram 5.548.000
3 gram 8.304.000
5 gram 13.810.000
10 gram 27.540.000
25 gram 68.685.000
50 gram 137.205.000
100 gram 274.260.000
250 gram 685.340.000
500 gram 1.370.400.000
1.000 gram (1 kg) 2.739.600.000

Daftar harga di atas merupakan acuan resmi untuk pembelian langsung di Butik Emas Antam. Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi pasar emas global dan nilai tukar mata uang asing.

Analisis Prospek Harga Emas Dunia

Beralih ke pasar internasional, survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco menunjukkan adanya optimisme di kalangan analis mengenai prospek emas jangka pendek. Namun di sisi lain, para pelaku pasar cenderung bersikap pesimistis meski harga sempat menguat pada akhir pekan lalu.

Pergerakan harga emas dunia pada pekan ini diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh rilis berbagai data ekonomi Amerika Serikat (AS). Berdasarkan survei terhadap 12 analis, sebanyak 9 orang atau 75% memprediksi harga akan naik, sementara sisanya memperkirakan koreksi atau konsolidasi.

Hasil berbeda terlihat pada jajak pendapat daring yang melibatkan 39 pelaku pasar. Tercatat 17 orang atau 44% memprediksi kenaikan, 10 orang memperkirakan penurunan, dan 12 investor lainnya memproyeksikan harga akan bergerak mendatar.

Marc Chandler, selaku Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, menilai perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran menjadi sentimen positif bagi emas. Langkah diplomatik ini dianggap mampu menghilangkan potensi likuiditas mendadak dari para eksportir minyak dunia.

Menurut Chandler, jika harga emas mampu menembus angka US$ 4.585, maka sentimen teknikal akan semakin menguat. Ia mencatat bahwa emas sempat jatuh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari sebelum akhirnya pulih ke level di atas US$ 4.543 menjelang akhir pekan.

Presiden dan COO Asset Strategis Rich Checkan juga memiliki pandangan senada mengenai potensi kenaikan harga. Ia berasumsi bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran akan menjadi pendorong utama bagi nilai logam mulia dalam waktu dekat.

Checkan menjelaskan bahwa pola ini sudah terlihat sejak Februari, di mana konflik cenderung memicu kenaikan harga minyak dan inflasi. Situasi perdamaian diharapkan mampu membawa kestabilan ekonomi dan menekan risiko kenaikan suku bunga yang berlebihan.

Kondisi Pasar yang Sensitif

Kepala Investasi Zaye Capital Markets, Naeem Aslam, menggambarkan posisi emas saat ini sedang berada dalam kondisi yang kuat namun tetap sensitif. Pasar tengah berusaha menyeimbangkan dua sinyal yang saling bertolak belakang antara tensi geopolitik dan tekanan inflasi.

Beberapa faktor seperti pertumbuhan PDB AS yang mencapai 2,6% serta turunnya harga minyak pada bulan Mei turut mempengaruhi daya tarik emas. Hal ini berpotensi mengurangi premi emas yang biasanya berfungsi sebagai aset aman atau safe-haven dalam kondisi darurat.

David Morrison, seorang analis dari Trade Nation, menyoroti perjalanan signifikan harga emas yang sempat menembus level dukungan di US$ 4.400. Emas bahkan sempat menyentuh titik terendah dalam empat minggu di level US$ 4.370 sebelum akhirnya kembali bangkit.

Pemulihan harga tersebut diduga terbantu oleh sedikit melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memungkinkan emas untuk kembali melewati level US$ 4.400 dan melanjutkan lonjakan harganya di pasar perdagangan internasional.

Beberapa faktor utama yang menjadi fokus perhatian para investor emas pekan ini antara lain:

  • Kondisi kesehatan ekonomi secara menyeluruh dan data pasar tenaga kerja di Amerika Serikat.
  • Keputusan kebijakan moneter yang akan diambil oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (the Fed).
  • Data PMI Manufaktur ISM yang menjadi indikator vital aktivitas pabrik di tingkat global.
  • Tren pembelian emas oleh bank-bank sentral di berbagai negara sebagai cadangan devisa.

Seluruh rilis data ekonomi tersebut akan dicermati untuk melihat apakah pertumbuhan ekonomi global sedang melambat secara signifikan. Jika perlambatan terjadi, maka kemungkinan besar Federal Reserve akan mengambil kebijakan yang lebih lunak, yang biasanya berdampak positif bagi harga emas.

Artikel terkait

Rekomendasi