Hantavirus Serang Kapal Pesiar Berbendera Belanda di Atlantik Selatan

Hantavirus Serang Kapal Pesiar Berbendera Belanda di Atlantik Selatan
Foto: Ilustrasi Hantavirus Serang Kapal Pesiar Berbendera Belanda di Atlantik Selatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi temuan sekelompok kasus hantavirus pada penumpang kapal pesiar berbendera Belanda yang menewaskan tiga orang hingga 4 Mei 2026. Penyakit pernapasan akut ini menyerang tujuh orang saat kapal melintasi rute Atlantik Selatan setelah bertolak dari Argentina.

Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, laporan mengenai wabah ini diterima WHO dari Koordinator Peraturan Kesehatan Internasional Nasional (IHR) Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara. Kapal tersebut mengangkut total 147 orang yang terdiri dari 88 penumpang dan 59 awak kapal dari 23 kewarganegaraan berbeda.

Data medis menunjukkan bahwa gejala awal pada para pasien mulai muncul antara tanggal 6 dan 28 April 2026. Selain tiga korban jiwa, otoritas kesehatan mencatat satu pasien dalam kondisi kritis dan tiga lainnya mengalami gejala ringan selama perjalanan dari Ushuaia.

Pihak Organisasi Kesehatan Dunia menjelaskan bahwa penyelidikan mendalam saat ini tengah dilakukan untuk mengelola respons internasional. Langkah-langkah penanganan meliputi isolasi pasien, perawatan intensif, evakuasi medis, hingga investigasi laboratorium terhadap sisa penumpang kapal yang kini berlabuh di Cabo Verde.

"Apakah virus mudah menyebar di kapal pesiar?" tanya WHO dalam laporannya mengenai risiko penularan di ruang tertutup.

Lembaga kesehatan global tersebut memaparkan bahwa meskipun hantavirus biasanya berasal dari hewan pengerat, kondisi di atas kapal memungkinkan terjadinya transmisi melalui interaksi yang sangat intens antarmanusia.

"Bagaimana hantavirus menular?" tulis WHO lebih lanjut dalam penjelasan teknisnya mengenai mekanisme infeksi.

WHO menegaskan bahwa penularan utama terjadi melalui kontak dengan sekresi hewan pengerat yang terinfeksi, namun pengawasan tetap diperketat karena adanya potensi penularan terbatas antarmanusia. Penumpang kini diminta melakukan pemantauan gejala mandiri selama 45 hari untuk mencegah penyebaran lebih luas.

"Apa yang harus dilakukan?" ungkap WHO sebagai panduan bagi negara-negara yang terlibat dalam penanganan kesehatan masyarakat di atas kapal tersebut.

Koordinasi dengan operator transportasi terus dijalankan untuk memastikan sanitasi lingkungan dan ventilasi kapal memenuhi standar pengendalian infeksi. WHO tetap menilai risiko penyebaran hantavirus terhadap populasi global saat ini masih berada pada tingkat rendah.

Artikel terkait

Rekomendasi