Wabah hantavirus jenis Andes virus atau virus Andes kembali menjadi sorotan setelah menyerang penumpang kapal pesiar mewah MV Hondius. Insiden ini mengakibatkan delapan orang terinfeksi dan tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Dilansir dari Detik Health, hantavirus jenis ini dikenal sangat berbahaya karena kemampuannya menular antarmanusia. Fenomena serupa pernah menggemparkan Argentina pada tahun 2018 silam di sebuah desa kecil bernama Epuyen.
Otoritas kesehatan Argentina Selatan kala itu mencatat lebih dari 30 orang jatuh sakit parah akibat infeksi ini. Di akhir masa wabah tersebut, total korban jiwa mencapai 11 orang yang semuanya teridentifikasi terinfeksi virus Andes.
Penelitian mendalam mengungkap betapa cepatnya virus ini menyebar. Seorang pria berusia 68 tahun menjadi pasien pertama yang menulari orang lain saat menghadiri pesta ulang tahun yang dihadiri sekitar 100 orang.
Ilmuwan menemukan bahwa pasien tersebut mulai mengalami demam pada hari yang sama dengan pelaksanaan pesta, yakni 3 November 2018. Hanya dalam waktu 90 menit, ia berhasil menulari lima orang tamu lainnya.
Dua korban tertular karena duduk di meja yang sama dengan jarak hanya 30 cm. Sementara itu, dua orang lainnya duduk di meja sebelah dengan jarak 1,2 meter, dan satu orang lagi tertular hanya karena berpapasan sebentar saat menuju toilet.
Masa Inkubasi dan Risiko Global
Salah satu komplikasi utama dari virus Andes adalah masa inkubasinya yang cukup panjang. Seseorang yang terpapar baru akan menunjukkan gejala pertama setelah melewati waktu dua hingga tiga minggu.
Kondisi ini membuat proses pelacakan kontak menjadi sangat sulit dilakukan oleh tim medis. Pasien di pesta tersebut baru menyadari gejala infeksi setelah belasan hari berlalu sejak kontak pertama mereka dengan sumber virus.
Terkait kasus di MV Hondius, otoritas kesehatan Argentina menduga penularan terjadi saat kapal bersandar di wilayah Ushuaia. Pasangan asal Belanda yang menjadi korban meninggal diketahui sempat mengunjungi wilayah paling selatan tersebut.
Mayoritas jenis hantavirus biasanya bersifat infeksi buntu, di mana manusia tertular dari hewan pengerat namun tidak menyebarkannya lagi. Namun, virus Andes merupakan pengecualian langka yang dapat memicu wabah melalui penyebaran antarmanusia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan hantavirus sebagai patogen prioritas yang muncul. Meskipun risiko wabah di kapal Hondius saat ini dinilai rendah, virus ini dianggap berpotensi memicu keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional.
Hantavirus kembali memicu kegaduhan global setelah laporan infeksi di kapal pesiar MV Hondius terkonfirmasi. Hingga saat ini, virus Andes tetap menjadi satu-satunya jenis hantavirus yang terbukti secara ilmiah dapat berpindah dari manusia ke manusia lainnya.