Suhu Bumi Melonjak Cepat Persewitan Habitat Burung Laut Menyusut

Suhu Bumi Melonjak Cepat Persewitan Habitat Burung Laut Menyusut
Foto: Ilustrasi Suhu Bumi Melonjak Cepat Persewitan Habitat Burung Laut Menyusut.

Habitat burung laut seperti albatros dan petrel dilaporkan mulai mengalami penyusutan yang signifikan akibat dampak pemanasan global. Kondisi ini memaksa kelompok unggas tersebut untuk terbang dengan jarak yang jauh lebih jauh demi menemukan tempat tinggal baru serta mencari sumber makanan.

Fenomena ini terungkap melalui penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Reading, seperti dikutip dari Lestari. Dalam studi tersebut, tim ahli melakukan pengamatan mendalam terhadap lebih dari 120 spesies yang masuk dalam kelompok Procellariiformes atau burung laut.

Guna melacak perubahan wilayah jelajah dan pergerakan kawanan burung ini sepanjang sejarah, para peneliti mengombinasikan silsilah keluarga evolusi, catatan iklim purba, serta data temperatur air laut.

Riset yang telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal Nature Climate Change ini mengindikasikan fakta unik bahwa ukuran tubuh burung laut ternyata tidak mengecil saat terjadi lonjakan suhu bumi yang cepat di masa lampau.

Respons yang diperlihatkan oleh kawanan burung tersebut justru berupa penyempitan wilayah tempat tinggal. Mereka memilih bermigrasi dengan jarak yang sangat jauh agar bisa mencapai kawasan dengan habitat yang masih sesuai.

"Burung laut memang pernah selamat dari perubahan iklim yang luar biasa di masa lalu, tetapi belum pernah menghadapi perubahan yang secepat sekarang," ungkap Dr. Jorge Avaria-Llautureo, pemimpin penelitian dari University of Reading.

"Kita bisa melihat dari sejarah bahwa ketika suhu bumi naik dengan cepat, fisik burung-burung ini tidak ikut berubah. Sebaliknya, they terpaksa meninggalkan sebagian wilayah tempat tinggal mereka dan terbang lebih jauh demi bisa bertahan hidup," terangnya lagi.

Berdasarkan temuan tersebut, strategi penyelamatan lingkungan yang berjalan saat ini tidak boleh sekadar berfokus pada perlindungan kawasan yang menjadi habitat burung laut sekarang. Langkah konservasi juga wajib diarahkan untuk menjaga wilayah-wilayah baru yang berpotensi menjadi tujuan mereka di masa depan.

Faktor kecepatan perubahan iklim dinilai memegang peranan yang jauh lebih krusial dibandingkan dengan persoalan apakah suhu lingkungan menjadi lebih panas atau justru mendingin.

Spesies yang menghadapi fluktuasi suhu paling ekstrem di masa lalu tercatat memiliki wilayah jelajah yang paling sempit sekaligus memikul beban rute penerbangan paling jauh. Tingkat kecepatan perubahan suhu itu sendiri berkontribusi sebesar 35 persen terhadap perbedaan luas habitat di antara spesies yang diobservasi.

Ancaman Nyata Akibat Akselerasi Pemanasan Air Laut

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa lautan global tengah mengalami pemanasan dengan kecepatan sekitar 10.000 kali lebih cepat dibandingkan kemampuan adaptasi alami yang dimiliki burung laut selama jutaan tahun.

Pada periode masa lalu, kelompok burung ini umumnya mampu bertahan pada laju pemanasan sekitar 0,00002 derajat C per sepuluh tahun. Sebaliknya, tingkat pemanasan air laut di era modern telah menyentuh angka sekitar 0,13 derajat C per sepuluh tahun.

Melalui pemanfaatan model hitungan statistik baru yang dikembangkan di University of Reading, para ilmuwan kini dapat memetakan lokasi hunian burung laut selama jutaan tahun dinamika iklim. Sistem mutakhir tersebut diaplikasikan untuk pertama kalinya guna memproyeksikan pergeseran wilayah tempat tinggal mereka hingga tahun 2100 mendatang.

Apabila upaya pengurangan polusi udara global berhasil ditekan di masa depan, jumlah jenis burung yang terdampak dapat diminimalisasi dan area habitat yang hilang tidak akan terlalu masif.

Namun, jika bumi menghadapi skenario terburuk dengan lonjakan suhu yang semakin parah, lebih dari 70 persen jenis burung laut diprediksi bakal kehilangan wilayah tempat tinggal mereka.

Dampak fatalnya, kelompok burung yang kehilangan tempat bernaung paling banyak tersebut nantinya terpaksa menempuh rute terbang paling ekstrem demi mempertahankan kelangsungan hidup populasi mereka.

Saat ini, burung laut sudah dikategorikan sebagai salah satu kelompok unggas yang paling terancam punah di planet bumi. Padahal, eksistensi mereka memegang peran vital dalam ekosistem perairan, termasuk memfasilitasi perputaran zat makanan di alam serta menyokong ketersediaan stok ikan bagi para nelayan.

Artikel terkait

Rekomendasi