Gus Yusuf Usul Muktamar PBNU Kedepankan Tradisi Musyawarah

Gus Yusuf Usul Muktamar PBNU Kedepankan Tradisi Musyawarah
Foto: Ilustrasi Gus Yusuf Usul Muktamar PBNU Kedepankan Tradisi Musyawarah.

Mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan tetap memprioritaskan tradisi musyawarah mufakat pada pelaksanaan muktamar yang akan datang. Gagasan tersebut muncul dari aspirasi sebagian warga nahdliyin yang menghendaki kembalinya tradisi kepemimpinan khas organisasi tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang KH Muhammad Yusuf Chudlori mengonfirmasi adanya dua pandangan di kalangan warga NU, yakni kelompok yang menyetujui mekanisme voting dan pihak yang menginginkan jalur musyawarah. Penegasan mengenai proses pengambilan keputusan ini disampaikan saat kunjungan ke kantor Detikcom di Jakarta pada Selasa (19/5/2026).

Menurut tokoh muda Nahdlatul Ulama yang akrab disapa Gus Yusuf ini, keputusan akhir mengenai sistem pemilihan sepenuhnya berada di tangan forum permusyawaratan para muktamirin.

"Mekanisme pemilihan itu nanti akan dimusyawarahkan di forum muktamar. Kita akan mengikuti yang terbaik menurut para muktamirin," kata Gus Yusuf, Tokoh Muda Nahdlatul Ulama.

Penerapan sistem voting dinilai perlu dihindari agar semangat kebersamaan tetap terjaga. Gus Yusuf menekankan pentingnya pencarian titik temu melalui dialog daripada sekadar mengandalkan pemungutan suara terbanyak.

"Permusyawaratan ini harus di kedepankan. Jangan sampai voting," kata Gus Yusuf, Tokoh Muda Nahdlatul Ulama.

Sistem pemilihan di lingkungan NU juga mengenal konsep ahlul halli wal aqdi. Mekanisme ini melibatkan delegasi dan tokoh-tokoh khusus demi mencapai mufakat tanpa mengesampingkan suara peserta muktamar.

Meskipun aspirasi dari para muktamirin tetap memiliki ruang keterwakilan, hasil akhir proses ini akan bergantung penuh pada kesepakatan bersama di dalam forum.

"Ada tetap keterwakilan aspirasi, tapi ujungnya dimusyawarahkan. Sekali lagi, itu tetap kembali kepada keputusan muktamirin seperti apa," kata Gus Yusuf, Tokoh Muda Nahdlatul Ulama.

Terkait bursa pencalonan figur pimpinan tertinggi PBNU, Gus Yusuf menanggapi situasi tersebut secara terbuka. Ia menyatakan bahwa peluang untuk mengabdi di dalam organisasi terbuka bagi seluruh kader terbaik.

"Semua kader-kader terbaik kita, Bismillah saja," kata Gus Yusuf, Tokoh Muda Nahdlatul Ulama.

Artikel terkait

Rekomendasi