Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menyusun rencana pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan pada awal Agustus 2025. Dilansir dari Detikcom, PBNU akan menggelar rapat pleno pekan ini guna memastikan jadwal Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama.
Rencana pelaksanaan forum tertinggi organisasi tersebut mendapat perhatian dari Tokoh Muda NU, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf. Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang ini menekankan pentingnya muktamar dalam menghasilkan keputusan krusial bagi masa depan organisasi yang kini memasuki abad kedua.
"Jadi kami sangat berharap muktamar besok bisa berlangsung menjadi muktamar yang bermartabat dan muktamar yang solutif," kata Gus Yusuf kepada Tim detikcom pada Selasa (19/05/2026).
Gus Yusuf menilai bahwa tantangan yang dihadapi NU pada abad kedua ini sangat besar. Transformasi organisasi dinilai harus tetap berjalan selaras dengan penjagaan terhadap nilai-nilai serta tradisi khas yang dimiliki NU.
"NU harus bisa bertransformasi mengikuti perkembangan zaman yang tidak ada habisnya. Sementara di satu sisi NU memiliki keunikan tradisi-tradisi yang harus dijaga. Ini merupakan tugas yang berat," kata dia.
Hasil akhir dari muktamar tersebut diharapkan mampu memunculkan jajaran kepengurusan yang membawa semangat islah. Gus Yusuf juga menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan masa depan PBNU yang mengutamakan kerja sama antar-elemen internal.
"Maka ke depan kita berharap siapa pun nanti yang terpilih betul-betul mencerminkan kolaborasi kekuatan NU. Sesungguhnya tidak ada lagi istilah dominasi di NU, tetapi yang ada adalah kolaborasi NU," tutur dia.