Guru Kembar Peringati Hari Kartini Bersama Siswa Sekolah Darurat

Guru Kembar Peringati Hari Kartini Bersama Siswa Sekolah Darurat
Foto: Ilustrasi Guru Kembar Peringati Hari Kartini Bersama Siswa Sekolah Darurat.

Dua pendiri Sekolah Darurat Kartini, Sri Irianingsih dan Sri Rossyati, membagikan nasi kuning kepada puluhan siswa yang mengenakan kebaya di Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (21/4/2026). Aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk peringatan Hari Kartini bagi anak-anak kurang mampu di kawasan pinggir jalan tol.

Dilansir dari Megapolitan, kakak beradik yang akrab disapa "Ibu Guru Kembar" ini telah mendedikasikan diri selama lebih dari 30 tahun untuk mengelola pendidikan gratis. Sekolah yang didirikan sejak tahun 1990 ini tidak hanya memberikan akses belajar, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian bagi para muridnya.

Pendirian sekolah ini bermula dari keprihatinan Sri Rossyati terhadap kondisi anak-anak jalanan yang ia temui di sekitar restoran puluhan tahun silam. Rasa gelisah tersebut mendorongnya untuk membangun wadah pendidikan mandiri yang dibiayai menggunakan sumber daya pribadi dan keluarga.

"Ada anak-anak segini ngambil sampah di jalan, dimakan. Saya di restoran, kok belakangnya begini? Saya bilang, ÔÇÿIni 10 tahun kemudian mereka mau jadi apa? 20 tahun kemudian mau jadi apa?ÔÇÖ," kata Ibu Rossy, Pendiri Sekolah Darurat Kartini.

Dedikasi tersebut menuntut pengorbanan besar, termasuk meninggalkan waktu santai demi memastikan kelangsungan proses belajar mengajar. Meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk bantuan yang tidak tepat sasaran, ia menegaskan tidak akan menghentikan operasional sekolah.

"Ya ada yang dikorbankan itu sama kesenangan," kata Ibu Rossi, Pendiri Sekolah Darurat Kartini.

Hingga saat ini, lembaga pendidikan non-formal tersebut terus berpindah lokasi demi tetap bisa menampung ribuan anak yang membutuhkan bimbingan. Keberadaan sekolah ini menjadi tumpuan utama bagi ribuan siswa sejak awal berdirinya.

"Pindah sana pindah sini, saya bilang kalau saya tutup ini, anak segitu dulu 3.000, terus saya taruh ke mana semua?," ucap Ibu Rossi, Pendiri Sekolah Darurat Kartini.

Di sisi lain, Sri Irianingsih menekankan pentingnya pemberian keterampilan khusus di luar kurikulum akademik formal bagi siswa. Sebagai pengajar dengan latar belakang psikologi, ia membekali murid-muridnya dengan keahlian menjahit agar mereka memiliki daya saing saat memasuki dunia kerja.

"Akademis ditambah keterampilan karena untuk bekalnya mereka," kata Ibu Rian, Pengajar Sekolah Darurat Kartini.

Upaya konsisten selama tiga dekade ini diklaim telah membuahkan hasil nyata bagi masa depan para alumni yang berasal dari keluarga prasejahtera. Beberapa lulusan Sekolah Darurat Kartini bahkan dilaporkan berhasil menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri.

"Ada yang S3 sekarang di Australia," kata Ibu Rian, Pengajar Sekolah Darurat Kartini.

Artikel terkait

Rekomendasi