Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Selasa (2/6) pagi, gunung tersebut dilaporkan mengalami erupsi dengan kekuatan yang cukup signifikan.
Berdasarkan laporan visual, tinggi kolom abu vulkanik tercatat mencapai 1.000 meter atau sekitar 1 kilometer di atas puncak gunung. Jika dihitung dari permukaan laut, ketinggian kolom abu tersebut berada pada posisi kurang lebih 2.584 meter.
Detail Kejadian Erupsi
Herman Yosef Mboro selaku Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki mengonfirmasi bahwa letusan terjadi tepat pukul 07.47 WITA. Informasi ini disampaikan melalui keterangan resmi yang diterima pada pagi hari yang sama.
Kolom abu yang menyembur terpantau memiliki warna kelabu dengan intensitas yang sangat tebal. Berdasarkan pengamatan petugas, arah sebaran abu tersebut bergerak condong ke arah barat daya dan barat.
Data dari seismogram menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik ini memiliki amplitudo maksimum sebesar 11 milimeter. Durasi letusan tercatat berlangsung selama kurang lebih 2 menit 28 detik.
Laporan ini disusun langsung oleh tim PPGA dari Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang. Saat ini, gunung yang memiliki tinggi fisik 1.584 meter di atas permukaan laut tersebut masih berada pada status Siaga atau Level III.
Status dan Rekomendasi Keselamatan
Mengingat status Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih berada di level III, pihak berwenang telah mengeluarkan sejumlah larangan bagi warga sekitar. Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa akibat aktivitas gunung api.
Berikut adalah poin-poin penting rekomendasi dari Pos Pengamatan Gunung Api bagi masyarakat setempat:
- Masyarakat maupun wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi gunung.
- Warga diminta untuk selalu waspada terhadap potensi ancaman banjir lahar hujan yang bisa terjadi sewaktu-waktu di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak.
- Masyarakat diimbau mengenakan masker atau alat pelindung hidung dan mulut guna menghindari risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
- Penduduk di wilayah terdampak diharapkan tetap memantau informasi resmi dari pemerintah daerah maupun otoritas terkait gunung api.
Herman juga menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi warga yang tinggal di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, dan Nawakote. Wilayah-wilayah tersebut dinilai sangat rentan jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang memicu aliran lahar.
Ringkasan informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Informasi Kejadian | Detail Keterangan |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Selasa, 2 Juni 2026 pukul 07.47 WITA |
| Tinggi Kolom Abu | ± 1.000 Meter di atas puncak |
| Status Gunung | Level III (Siaga) |
| Radius Bahaya | 5 Kilometer dari pusat erupsi |
| Durasi Erupsi | 2 menit 28 detik |
Data tabel di atas merangkum situasi terkini agar masyarakat dapat memahami kondisi darurat secara cepat. Tetaplah berhati-hati dan selalu ikuti instruksi dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama.