PT Gendhis Multi Manis (GMM) melakukan langkah koordinasi yang ketat untuk memastikan penyampaian aspirasi petani tebu di Kabupaten Blora berjalan dengan kondusif. Langkah ini bertujuan agar aksi tersebut tetap tertib dan aman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menghargai hak masyarakat dalam menyuarakan pendapat secara terbuka. GMM secara aktif menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga asosiasi petani guna menjaga tata niaga gula nasional.
Dialog Terbuka sebagai Solusi Utama
GMM memilih pendekatan dialog dalam merespons berbagai masukan yang muncul dari kalangan masyarakat. Perusahaan berupaya menciptakan ruang komunikasi yang konstruktif guna menemukan solusi atas kendala yang dihadapi para petani.
Sri Emilia Mudiyanti, selaku Plt Direktur Utama PT GMM, menyatakan bahwa pihaknya sangat memahami harapan para petani. Ia menjelaskan bahwa tim khusus di lapangan telah disiagakan untuk mendokumentasikan setiap aspirasi yang masuk.
Langkah konkret PT GMM dalam menangani aspirasi petani:
- Membentuk tim koordinasi lapangan untuk membuka saluran komunikasi yang transparan bagi petani.
- Melakukan pendataan wilayah yang bisa membantu proses penyerapan hasil panen tebu.
- Memfasilitasi pengalihan pengiriman tebu ke pabrik gula lain di sekitar wilayah Blora maupun luar daerah.
- Menjalin koordinasi rutin dengan Perum Bulog dan pemerintah pusat terkait kebijakan strategis.
Melalui upaya tersebut, PT GMM berharap distribusi tebu milik petani tetap berjalan lancar meski operasional internal sedang terkendala. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan hasil panen petani tetap terserap oleh pasar.
Upaya Penyerapan Tebu Petani
Saat ini, pabrik gula milik PT GMM belum bisa beroperasi secara maksimal karena adanya kendala teknis pada bagian mesin. Untuk mengantisipasi kerugian di tingkat petani, perusahaan mengambil inisiatif untuk mengalihkan pengiriman tebu ke mitra pabrik lain.
Emilia menambahkan bahwa proses evaluasi dan tata kelola perusahaan tetap mengacu pada standar BUMN di bawah naungan Perum Bulog. Semua kebijakan yang diambil dipastikan melewati proses penilaian yang objektif agar memberikan hasil terbaik.
Daftar narasumber dan perwakilan yang hadir dalam dialog koordinasi:
| Pihak Perwakilan | Nama / Instansi |
|---|---|
| Manajemen PT GMM | Sri Emilia Mudiyanti & Krisna Murtiyanto |
| Perum Bulog | Andin (Perwakilan Pusat) |
| Perwakilan Petani | Anton Sudibyo, Khoirul Anwar, Darmawan, Mulyadi |
| Organisasi Masyarakat | Front Blora Selatan |
Tabel di atas menunjukkan keterlibatan berbagai elemen dalam diskusi yang berlangsung di kantor PT GMM. Pertemuan ini menjadi wadah bagi semua pihak untuk menyampaikan pandangan terkait kondisi operasional dan kesejahteraan petani.
Sinergi Menuju Ketahanan Pangan
Setelah melakukan dialog di kantor, manajemen PT GMM bersama perwakilan Bulog langsung menemui massa di lokasi aksi. Kehadiran mereka bertujuan memberikan penjelasan langsung mengenai teknis distribusi dan penyerapan tebu yang sedang diupayakan.
Perwakilan Perum Bulog, Andin, mengungkapkan bahwa pendataan awal mengenai distribusi tebu sudah dilakukan sejak pekan lalu. Hasil pantauan lapangan ini akan dibawa ke tingkat pusat untuk dikoordinasikan lebih lanjut guna mendapatkan solusi permanen.
PT GMM meyakini bahwa kolaborasi antara industri, petani, dan pemerintah merupakan kunci stabilitas ketahanan pangan nasional. Komunikasi yang sehat akan terus dijaga demi mewujudkan kesejahteraan petani tebu di Indonesia secara berkelanjutan.