Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi tinggi kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) sebagai figur senior yang kaya pengalaman. Pernyataan tersebut disampaikan Gibran saat melakukan peninjauan di RSUD Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (22/4/2026), dilansir dari Kompas.
Sikap hormat ini muncul setelah pernyataan JK mengenai peran besarnya dalam merintis karier politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadi perbincangan. Gibran menegaskan bahwa kontribusi JK terhadap negara, khususnya dalam penanganan daerah konflik, merupakan hal yang tidak terbantahkan dan patut dihormati.
"Pak JK itu senior saya. Pak JK itu mentor juga. Beliau sudah sangat berpengalaman. Beliau banyak kiprah dan kontribusinya untuk negeri ini, terutama di daerah-daerah konflik," kata Gibran, Wakil Presiden RI.
Putra sulung Joko Widodo ini menambahkan bahwa dirinya sangat menghargai setiap masukan serta evaluasi yang diberikan oleh Ketua Umum Palang Merah Indonesia tersebut sebagai bahan perbaikan ke depan.
"Jadi beliau (JK) itu adalah teladan untuk kita semua dan ya, saya sangat berterima kasih sekali untuk masukan-masukan dan juga evaluasi dari Pak JK," ujarnya.
Kekaguman Gibran terhadap sosok JK juga diungkapkan secara langsung dalam kesempatan yang sama sebagai bentuk pengakuan atas jasa-jasanya.
"Pak JK itu idola saya," katanya menambahkan.
Sebelumnya, Jusuf Kalla memberikan keterangan pers di kediamannya pada Sabtu (18/4/2026) mengenai sejarah keterlibatan dirinya dalam membawa Joko Widodo ke kancah politik Jakarta. JK mengklaim bahwa dirinya merupakan sosok yang memboyong Jokowi dari Solo untuk bertarung dalam pemilihan gubernur.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa Jokowi ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," kata JK, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.
JK menjelaskan pertemuannya dengan Megawati Soekarnoputri untuk memberikan keyakinan agar PDI Perjuangan bersedia mengusung Jokowi dalam kontestasi di ibu kota tersebut.
"Akhirnya beliau setuju. Jadilah gubernur," ungkap JK.
Ia juga menekankan bahwa jabatan Gubernur DKI Jakarta merupakan batu loncatan krusial bagi pencapaian Jokowi di kursi kepresidenan.
"Apa kurangnya saya coba? Saya bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden?" imbuhnya.
Pernyataan JK ini muncul di tengah situasi hukum yang menyeret namanya terkait laporan dugaan penistaan agama dalam sebuah ceramah di masjid Universitas Gadjah Mada (UGM). Merespons hal itu, pihak juru bicara JK memberikan klarifikasi pada Senin (20/4/2026).
Juru bicara JK, Husain Abdullah menjelaskan bahwa pernyataan JK bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para loyalis Jokowi mengenai fakta sejarah di masa lalu.
ÔÇ£Cuma menyampaikan kepada loyalis Pak Jokowi bahwa ÔÇÿPosisi saya, atau peran saya pada saat menjelang pilgub itu seperti iniÔÇÖ, supaya bisa dipahami oleh semua pihak, saya kira,ÔÇØ ungkap Husain, Juru Bicara Jusuf Kalla.
Husain membantah jika JK dianggap sedang pamer jasa, melainkan hanya ingin meluruskan posisi sejarah yang terjadi saat pencalonan gubernur tersebut.
ÔÇ£Pak JK tidak sedang menjelaskan jasanya, saya kira tidak. Beliau sedang mengungkapkan suatu fakta, bagaimana posisi beliau dan peranannya pada saat pencalonan Pak Jokowi ketika akan menjadi Gubernur DKI,ÔÇØ kata dia.
Fakta ini diungkapkan ke publik karena adanya keresahan terhadap persepsi yang berkembang di kalangan pendukung tertentu yang dinilai memojokkan JK.
ÔÇ£Kenapa ini dikeluarkan? Sebenarnya sudah lama Pak JK tidak mengungkapkan secara publish, karena tentu menjaga banyak hal, karena ini sesuatu yang tidak perlu diumbar juga,ÔÇØ tambahnya.
Husain menutup penjelasannya dengan menyinggung adanya kesan negatif dari pihak tertentu yang menganggap JK tidak memiliki rasa terima kasih kepada pemerintah saat ini.
ÔÇ£Tetapi karena makin ke sini kelihatannya banyak, ada beberapa ya loyalis-loyalis Pak Jokowi, yang mengesankan Pak JK ini kok seperti orang tidak tahu berterima kasih,ÔÇØ lanjutnya.