Partai Gerindra DKI Jakarta mengonfirmasi adanya kelalaian tim media sosial terkait pencantuman logo partai pada poster acara BYD Tech-Culture Fest yang digelar di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada 23-24 Mei 2026. Insiden tersebut sempat memicu kegaduhan karena BYD Indonesia menegaskan tidak ada kerja sama atau sponsor dengan partai politik mana pun.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya poster acara otomotif itu di media sosial, sebagaimana dilansir dari Detik Oto. Pihak internal partai memastikan bahwa pencantuman logo murni terjadi karena ketidakpahaman dari pengelola akun.
Perwakilan Gerindra DKI Jakarta, Rani Mauliani memberikan penjelasan resmi mengenai kekhilafan yang dilakukan oleh tim medianya dalam menyebarkan informasi acara tersebut.
"Di sini sekalian saya bisa mewakili, ya, mungkin ada kekhilafan dan ketidakpahaman maupun kelalaian dari admin tim media kami," ujar Rani dikutip dari CNN Indonesia.
Rani menegaskan bahwa pameran teknologi dan budaya otomotif tersebut murni acara independen dan bukan bagian dari agenda politik mereka.
"Yang awalnya hanya ingin berniat men-share event yang menurutnya spektakuler kepada warga Jakarta agar bisa tersampaikan secara luas," ujarnya.
Permohonan maaf secara terbuka juga disampaikan oleh pihak pengurus daerah kepada publik yang merasa tidak nyaman atas kesalahpahaman yang beredar.
"Untuk itu, atas nama pribadi maupun selaku pengurus DPD Gerindra DKI Jakarta kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang merasa kurang berkenan dan kurang nyaman sehingga terjadinya kegaduhan," imbuhnya.
Di sisi lain, manajemen BYD Indonesia memberikan klarifikasi resmi bahwa pelaksanaan Tech-Culture Fest diselenggarakan secara mandiri tanpa afiliasi organisasi politik.
Melalui pengumuman di akun Instagram resmi @byd_indonesia, perusahaan menyatakan festival tersebut murni bertujuan edukasi, hiburan, dan ruang interaksi bagi pengunjung.
"Begitu pula dengan seluruh bintang tamu yang menjadi pengisi acara BYD Tech-Culture Fest tidak terafiliasi dengan pihak mana pun!" tulis mereka.