Gaya hidup ramah lingkungan kini mulai memengaruhi keputusan generasi muda dalam memilih moda transportasi. Tren ini terlihat dari melonjaknya jumlah penumpang dari kalangan Generasi Z yang menggunakan layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, seperti dikutip dari Medcom.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kelompok usia muda saat ini memandang kereta api sebagai opsi transportasi yang lebih hijau dibandingkan kendaraan pribadi.
ÔÇ£Anak muda yang naik kereta itu sudah berbicara soal keberlanjutan. Ini juga kami tangkap dengan mengimplementasikan beberapa hal di KAI, seperti mencantumkan jejak karbon di tiket, sehingga mereka tahu kontribusi mereka dalam mengurangi polusi,ÔÇØ ujar Anne melansir Antara.
Kecenderungan ini diperkuat oleh hasil survei Kantor Berita ANTARA pada masa mudik Lebaran 2026. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan penumpang baru KAI didominasi oleh masyarakat usia produktif yang peduli pada kelestarian lingkungan.
Secara akumulatif, volume penumpang KAI sepanjang tahun 2025 menembus angka di atas 500 juta perjalanan. Tren positif ini berlanjut pada kuartal pertama 2026 dengan realisasi perjalanan mencapai sekitar 128 juta.
Manajemen KAI awalnya memproyeksikan pertumbuhan penumpang secara umum berada di angka 6 hingga 8 persen. Kendati demikian, beberapa sektor pelayanan mencatatkan pertumbuhan yang melampaui target, termasuk kereta lokal dan jarak jauh yang melonjak di atas 15 persen.
Peningkatan signifikan di atas 10 persen juga terjadi pada lini komuter seperti LRT dan KRL. Merespons lonjakan ini, Anne menyatakan bahwa perusahaan tengah menyiapkan rencana investasi jangka pendek hingga lima tahun mendatang demi memperkuat infrastruktur transportasi massal nasional.
Lonjakan mobilitas masyarakat tidak hanya berpusat di wilayah Jabodetabek. Layanan KRL lintas YogyakartaÔÇôSolo kini mencatatkan volume hingga hampir 20 ribu pengguna pada hari kerja, dan melonjak hingga lebih dari 40 ribu orang saat masa libur panjang Lebaran.
KAI terus memperbarui fasilitas berdasarkan umpan balik pelanggan melalui mekanisme Customer License Management yang terhubung langsung dengan data tiket serta sistem kependudukan Dukcapil.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir hingga pertengahan Maret 2025, perusahaan telah mengelola sekitar 12,6 juta masukan dari masyarakat. Evaluasi tersebut diimplementasikan melalui penyediaan toilet gratis hingga peningkatan standar kebersihan armada.
Keamanan Penumpang dan Rencana Jangka Panjang
Aspek keamanan operasional turut menjadi prioritas utama manajemen. KAI kini mulai mengintegrasikan sistem CCTV analitik guna memitigasi dan menangani potensi tindakan pelecehan seksual di area transportasi publik.
ÔÇ£Satu laporan pelecehan seksual saja bisa memengaruhi keyakinan orang untuk naik transportasi publik,ÔÇØ kata Anne.
Untuk program jangka panjang, KAI merancang proyek elektrifikasi jalur KRL menuju wilayah Karawang serta Merak. Selain itu, langkah reaktivasi rel kereta lama dan integrasi antarmoda dengan Transjakarta serta penyedia ojek daring terus dimatangkan.
Perusahaan juga membidik target untuk menjadi operator kereta tingkat global, termasuk menjajaki peluang operasional di kancah internasional. Saat ini, Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan ASEAN yang mengoperasikan kereta cepat secara mandiri dengan masinis lokal.
ÔÇ£Kepada masyarakat Indonesia, pelanggan kami, ketahui bahwa naik kereta api adalah langkahmu untuk menyelamatkan masa depan Indonesia dari polusi,ÔÇØ tutup Anne.