Gedung Perpustakaan UI Tak Terawat Viral di Media Sosial

Gedung Perpustakaan UI Tak Terawat Viral di Media Sosial
Foto: Ilustrasi Gedung Perpustakaan UI Tak Terawat Viral di Media Sosial.

Fasilitas di Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia (UI) menjadi perbincangan publik setelah sebuah unggahan video memperlihatkan kondisi bangunan yang dinilai tidak terawat. Video yang beredar luas di media sosial tersebut menunjukkan sejumlah kerusakan pada area dalam gedung, mulai dari lantai hingga bagian atap.

Dikutip dari Megapolitan, rekaman visual berdurasi 18 detik itu memperlihatkan permukaan lantai yang tampak berlumut serta adanya genangan air di titik-titik tertentu. Selain itu, terdapat dua ember yang diletakkan di tengah ruangan yang diduga berfungsi menadah tetesan air akibat kebocoran plafon.

Kerusakan juga terlihat pada panel dinding yang terbuka hingga memunculkan rangka besi yang mulai berkarat. Beberapa bagian plafon tampak jebol dengan material yang menggantung, menciptakan kesan ruangan yang lembap dan kusam karena minimnya pemeliharaan rutin.

Narasi dalam video tersebut menyebutkan bahwa kondisi memprihatinkan ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan diduga tersebar di lebih dari satu lantai gedung. Publik memberikan sorotan tajam terhadap kondisi fasilitas belajar salah satu universitas ternama di Indonesia tersebut.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian, memberikan konfirmasi mengenai kebenaran lokasi yang terekam dalam video viral tersebut. Ia membenarkan bahwa area yang dikeluhkan oleh netizen memang berada di lingkungan Gedung Perpustakaan UI.

"Benar bahwa area yang terekam dalam video tersebut berada di lingkungan Gedung Perpustakaan UI. Kami menyadari kondisi yang dikeluhkan oleh warganet, seperti adanya area yang berlumut atau kerusakan pada permukaan dinding," ujar Erwin saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Menurut penjelasan Erwin, kerusakan fisik yang terjadi dipicu oleh rembesan air dan kebocoran di beberapa sisi bangunan. Fokus kebocoran terutama terdeteksi berasal dari area luar dan atap gedung yang masuk ke bagian dalam ruangan.

Proyek Rehabilitasi Menyeluruh

Erwin menegaskan bahwa pihak universitas sebenarnya telah mengambil langkah perbaikan jauh sebelum video tersebut menjadi perbincangan di dunia maya. UI mengeklaim telah memulai tahapan proyek perbaikan gedung sejak awal tahun 2026.

"UI telah memulai tahapan proyek komprehensif bernama Design & Build Rehabilitasi Gedung Perpustakaan UI sejak akhir Januari 2026 lalu," katanya.

Proses renovasi ini ditargetkan tuntas dalam waktu 270 hari mengingat skala pengerjaan yang bersifat menyeluruh pada struktur bangunan. Perbaikan difokuskan pada penanganan sumber kebocoran utama untuk mencegah kerusakan lebih lanjut di masa mendatang.

Tim teknis akan melakukan perbaikan pada lapisan anti bocor di berbagai titik krusial, seperti atap tower, area kebun atap (roof garden), dinding kaca (curtain wall), hingga jendela atap atau skylight. Langkah ini diambil untuk memastikan gedung terlindungi sepenuhnya dari paparan cuaca ekstrim.

Sebagai bagian dari pembaruan estetika dan ketahanan, UI juga mengganti material penutup luar gedung. Penggunaan bahan Aluminium Composite Panel (ACP) dipilih karena dinilai lebih kuat dan tahan lama terhadap perubahan cuaca dibandingkan material sebelumnya.

"Kami sangat mengapresiasi masukan dari sivitas akademika dan masyarakat. Kami juga memohon pengertian dan kesabarannya selama proses perbaikan fisik yang komprehensif ini berjalan, demi terwujudnya kembali fasilitas belajar yang aman dan nyaman sesuai standar UI," kata Erwin.

Artikel terkait

Rekomendasi