Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC) menyita dua kapal kontainer yang melintasi Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2026) dan merilis rekamannya pada Kamis (23/4/2026). Dilansir dari Kompas, tindakan ini dilakukan sebagai respons atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kekuatan angkatan laut Teheran.
Dua kapal yang ditahan tersebut diidentifikasi oleh pihak IRGC sebagai MSC Francesca dan Epaminondes. Kedua armada tersebut saat ini telah diarahkan menuju wilayah pesisir Iran untuk proses lebih lanjut.
Pihak militer Iran memberikan alasan spesifik terkait tindakan hukum terhadap kedua kapal tersebut. IRGC menyatakan bahwa kapal-kapal itu telah membahayakan keamanan maritim regional karena berlayar tanpa izin resmi serta terdeteksi memanipulasi sistem navigasi mereka.
Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, terdapat kaitan antara salah satu kapal dengan pihak asing di kawasan tersebut. IRGC mengklaim bahwa kapal MSC Francesca memiliki keterkaitan dengan Israel.
Aksi penyitaan ini muncul di tengah ketegangan diplomatik antara Teheran dan Washington. Langkah Garda Revolusi tersebut secara langsung menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa "Iran tidak lagi memiliki angkatan laut."
"Iran tidak lagi memiliki angkatan laut." kata Donald Trump, Presiden AS.
Operasi pengamanan di jalur perdagangan minyak dunia ini dilakukan setelah pengumuman resmi dari otoritas Iran pada pertengahan pekan. Petugas di lapangan memastikan kedua kapal tersebut kini berada dalam pengawasan ketat pihak berwenang Iran.