Komandan pasukan Quds Garda Revolusi Iran (IRGC), Esmail Qaani, menyatakan bahwa front perlawanan proksi Iran saat ini berada dalam kondisi yang semakin solid dan kuat dalam menghadapi tekanan militer Israel. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (27/4/2026) sebagai bentuk dukungan nyata Teheran terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.
Klaim mengenai kekuatan aliansi ini dilansir dari Kompas, yang merujuk pada pesan resmi Qaani terkait situasi terkini di perbatasan utara Israel. Qaani menegaskan bahwa kemampuan Hizbullah tetap terjaga meski mendapatkan serangan bertubi-tubi dari pihak lawan selama beberapa waktu terakhir.
"Perlawanan heroik Hizbullah Lebanon telah membuktikan bahwa narasi yang dipromosikan rezim Zionis pembunuh anak-anak mengenai berakhirnya perlawanan dan kehancuran Hizbullah Lebanon hanyalah kebohongan," bunyi pesan Qaani dilansir dari Kantor Berita Iran WANA.
Penegasan tersebut menepis klaim sepihak pihak otoritas keamanan Israel yang menyebut kekuatan kelompok bersenjata Lebanon tersebut telah melemah secara signifikan. Qaani berpendapat bahwa kondisi di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya, di mana pihak lawan justru mengalami hambatan strategis.
"Dalam beberapa tahun terakhir, rezim yang gemar berperang ini tidak pernah berhasil mengakhiri perang apa pun dan tetap menjadi kegagalan besar dan memalukan dalam mencapai tujuan militernya," ucap Qaani.
Komandan militer Iran ini menyoroti penggunaan sumber daya militer dan finansial besar-besaran oleh Israel yang menurutnya tidak membuahkan hasil signifikan. Ia juga menyentuh keterlibatan dana dari sekutu internasional yang dianggapnya sia-sia dalam operasi militer tersebut.
"Front-front perlawanan berdiri lebih kuat dan lebih kohesif daripada sebelumnya bersama Hizbullah yang heroik," tambahnya.
Qaani memastikan bahwa koordinasi antar kelompok dalam front perlawanan akan terus berlanjut guna memberikan tekanan balik terhadap aktivitas militer Israel di kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap kondisi masyarakat di wilayah konflik.
"Membuat kriminal Zionis menyesali tindakan jahat mereka," ujarnya.