Gangguan teknis pada rangkaian kereta rel listrik (KRL) rute Rangkasbitung-Tanah Abang atau Greenline menyebabkan hambatan perjalanan bagi warga yang akan berangkat kerja pada Selasa (12/5/2026) pagi. Insiden ini terjadi di Stasiun Serpong dan mengakibatkan penumpukan calon penumpang di area peron.
VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI), Karina Amanda menjelaskan bahwa rangkaian kereta yang mengalami kendala tersebut saat ini sedang dalam proses pemeriksaan intensif. Dilansir dari Megapolitan, unit tersebut telah dipindahkan dari jalur utama menuju fasilitas perawatan.
"Gangguan teknis pada KRL, saat ini KRL tersebut sudah ditarik ke fasilitas perawatan untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI).
Pihak KCI mengonfirmasi bahwa armada yang bermasalah merupakan sarana transportasi lama asal Jepang dan bukan merupakan unit buatan PT INKA. Terkait indikasi masalah pada bagian pintu, Karina tidak memberikan rincian spesifik namun menegaskan adanya persoalan teknis pada operasional tersebut.
"Untuk KA yang mengalami gangguan pagi ini bukan KRL yang INKA," ujar Karina Amanda.
Keterlambatan jadwal sempat terjadi sebelum akhirnya Commuterline KA 1635B diizinkan melanjutkan perjalanan dari Stasiun Serpong pada pukul 08.19 WIB. Manajemen memastikan seluruh layanan pada relasi Serpong-Tanah Abang baru kembali beroperasi secara normal sekitar pukul 09.02 WIB.
"Untuk layanan commuterline tujuan Stasiun Tanah Abang tersebut tetap dapat dilayani, namun terdapat dampak keterlambatan atas gangguan operasional pagi ini," tambah Karina Amanda.
Situasi di lapangan yang terekam dalam unggahan akun Instagram @jalur5 menunjukkan kondisi peron yang sangat padat oleh penumpang yang berusaha masuk ke gerbong yang sudah penuh sesak. Akun tersebut melaporkan adanya masalah spesifik pada sarana pintu kereta di lokasi kejadian.
"KRL Rangkasbitung Line terdampak gangguan pintu KA 1635B di Stasiun Serpong" demikian tulis keterangan pada unggahan Instagram @jalur5.
Selama proses penanganan berlangsung, petugas di stasiun telah memberikan arahan kepada para pengguna jasa untuk beralih ke jadwal keberangkatan kereta berikutnya. Meski normalisasi telah dilakukan, sisa dampak keterlambatan masih dirasakan oleh penumpang yang menuju arah Jakarta.