Gangguan Listrik KRL Lintas Rangkasbitung Telantarkan Ratusan Penumpang

Gangguan Listrik KRL Lintas Rangkasbitung Telantarkan Ratusan Penumpang
Foto: Ilustrasi Gangguan Listrik KRL Lintas Rangkasbitung Telantarkan Ratusan Penumpang.

Ratusan penumpang KRL Commuter Line rute Green Line tertahan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, sejak Senin (4/5/2026) sore hingga malam hari. Kondisi ini dipicu oleh gangguan aliran listrik di lintas Rangkasbitung yang menghentikan operasional perjalanan kereta secara normal.

Dilansir dari Megapolitan, kendala teknis tersebut bermula pada pukul 16.30 WIB akibat adanya percikan api pada tiang Listrik Aliran Atas (LAA). Sebagai langkah antisipasi keselamatan, pihak pengelola terpaksa mematikan aliran listrik pada jalur yang menghubungkan Pondok Ranji dan Sudimara.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, memberikan konfirmasi mengenai penutupan sementara jalur yang terdampak tersebut.

"Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung lintas Pondok Ranji, Sudimara untuk sementara tidak bisa dilalui perjalanan Commuter Line mulai pukul 16.30 WIB," ujar Leza Arlan, Manager Public Relations KAI Commuter.

Leza menambahkan bahwa tindakan pemadaman listrik dilakukan untuk menjamin keamanan sarana dan prasarana di area terdampak.

"Untuk keselamatan perjalanan Commuter Line dan jaringan LAA, untuk sementara aliran LAA dimatikan," kata Leza Arlan.

Putri (54), seorang karyawati yang hendak menuju Cisauk, mengaku telah terjebak di stasiun selama lebih dari dua jam sejak kepulangan kerja.

"Sudah nunggu tadi dari jam 17.00 WIB. Sampai sekarang ya dua jam lebih menunggu ya saya," ujar Putri.

Putri mendapatkan informasi bahwa gangguan terjadi karena faktor cuaca ekstrem yang mengenai infrastruktur kelistrikan.

"KRL belum bisa operasional karena dari Pondok Ranji sampai Jurangmangu itu ada kena petir katanya," jelas Putri.

Selain masalah kelistrikan, ia juga mendengar laporan mengenai adanya genangan air yang menghambat jalur perlintasan di wilayah lain.

"Ya sudah saya menunggu dulu. Sudah ngabarin ke rumah, suami sama anak," kata Putri.

Guna mengatasi rasa lapar selama masa tunggu, Putri menyempatkan diri mencari konsumsi di sekitar area stasiun sembari memantau opsi transportasi lain.

"Untuk sementara ini mau makan dulu. Sambil anak saya carikan kendaraan," kata Putri.

Penumpang lainnya, Wati (50), menceritakan pengalaman sulit saat mencoba masuk ke dalam peron karena adanya pembatasan akses oleh petugas.

"Tadi sampai sini jam 18.00 WIB. Sampai depan tidak boleh masuk karena katanya tidak ada kereta. Ada gangguan," tutur Wati.

Wati yang bekerja di kawasan Menteng ini awalnya menunggu di teras stasiun, namun akhirnya diizinkan masuk ke area dalam karena cuaca buruk.

"Karena kan basah semua kalau kami di luar terus. Kami minta izin dan boleh untungnya, sekitar pukul 19.00 WIB," kata Wati.

KAI Commuter menerapkan rekayasa perjalanan untuk meminimalkan penumpukan massa. Perjalanan dari arah Rangkasbitung maupun Parung Panjang hanya dilayani sampai Stasiun Serpong, sementara kereta dari arah Tanah Abang berakhir di Stasiun Kebayoran.

Artikel terkait

Rekomendasi