Gangguan pada jaringan listrik aliran atas (LAA) di antara Stasiun Jurangmangu dan Pondok Ranji menghambat operasional kereta rel listrik (KRL) lintas Tanah AbangÔÇôRangkasbitung pada Senin (4/5/2026) sore. Insiden ini memicu penumpukan pengguna jasa di sejumlah stasiun besar sejak pukul 16.30 WIB.
Munculnya percikan api pada tiang listrik menjadi penyebab utama pemadaman aliran LAA demi menjamin keamanan perjalanan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Kondisi tersebut memaksa KAI Commuter melakukan rekayasa operasional dan pengalihan rute perjalanan guna meminimalisasi dampak keterlambatan yang meluas.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa langkah pemadaman arus dilakukan segera setelah indikasi percikan api ditemukan pada infrastruktur jalur tersebut.
"Untuk keselamatan perjalanan Commuter Line dan jaringan LAA, untuk sementara aliran LAA dimatikan," ujar Leza Arlan, Manager Public Relations KAI Commuter.
Akibat pemutusan aliran listrik ini, akses rel antara Stasiun Pondok Ranji menuju Stasiun Sudimara sempat tertutup sepenuhnya bagi rangkaian kereta. Penanganan teknis dilakukan pada titik kerusakan sementara jadwal perjalanan dari kedua arah mengalami pemangkasan rute.
"Perjalanan Commuter Line dari arah Rangkasbitung atau Parung Panjang hanya sampai Stasiun Serpong, sedangkan dari arah Tanah Abang hanya sampai Stasiun Kebayoran," kata Leza Arlan.
Terhentinya rangkaian kereta secara mendadak di lintasan memaksa petugas untuk mengevakuasi para penumpang dari dalam gerbong. Akun media sosial Instagram @jalur5 melaporkan situasi di lapangan saat para pengguna diminta untuk meninggalkan rangkaian kereta.
"Saat ini, penumpang diminta turun karena KRL akan ditutup," demikian keterangan yang diunggah akun @jalur5.
Penumpukan massa terkonsentrasi di Stasiun Tanah Abang dan Palmerah, di mana ratusan warga tertahan hingga malam hari. Putri (54), seorang penumpang asal Cisauk, menyatakan telah terjebak di stasiun selama dua jam tanpa kepastian keberangkatan.
"Sudah dari jam 17.00 WIB saya nunggu," ujar Putri, Penumpang KRL.
Kesulitan juga dirasakan pengguna di Stasiun Palmerah yang mencoba mencari alternatif transportasi darat namun terkendala ketersediaan armada. Rahmat (35), penumpang tujuan Pondok Ranji, mengaku tidak berhasil mendapatkan layanan transportasi daring meskipun telah mencoba berulang kali.
"Dari jam 19.00 WIB saya sudah coba pesan ojek online, tapi tidak ada yang ambil. Sekalinya dapat, malah posisinya di Koja (Jakarta Utara)," kata Rahmat, Penumpang KRL.
Layanan KRL berangsur pulih setelah petugas menyelesaikan perbaikan intensif selama kurang lebih tiga jam. Jalur menuju Tanah Abang kembali dibuka melalui Stasiun Jurangmangu pada pukul 19.38 WIB yang diikuti dengan masuknya rangkaian pertama.
"Ini yang pertama ke Tanah Abang," ujar Daus, Petugas KRL.
KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pengguna jasa akibat kendala operasional tersebut. Aliran listrik kembali normal secara bertahap dan antrean penumpang mulai terurai menjelang malam hari.