Sema Chintya Alami Gagal Ginjal Stadium Lima Akibat Hipertensi

Sema Chintya Alami Gagal Ginjal Stadium Lima Akibat Hipertensi
Foto: Ilustrasi Sema Chintya Alami Gagal Ginjal Stadium Lima Akibat Hipertensi.

Seorang wanita berusia 31 tahun bernama Sema Chintya asal Bekasi didiagnosis mengidap penyakit gagal ginjal stadium 5. Pasien kini diwajibkan menjalani tindakan medis cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu setelah fungsi organ ginjalnya dinyatakan hanya tersisa 4,7 persen pada Rabu (20/5/2026).

Kondisi penurunan fungsi organ vital yang drastis ini dipicu oleh adanya riwayat penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Pasien diketahui mengidap masalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol tersebut sejak dirinya berusia 25 tahun, seperti dilansir dari Detik Health.

Sebelum diagnosis medis ditegakkan oleh tim dokter, pasien sempat tidak menyadari adanya gejala klinis yang serius terkait kerusakan organ tubuhnya. Satu-satunya tanda perubahan fisik yang terlihat nyata selama beberapa bulan terakhir hanyalah kondisi wajah yang tampak mengalami pembengkakan.

"Jujur nggak ada gejala yang aku rasain di tujuh bulan terakhir itu. Muka aku ya bengep gitu," cerita Sema kepada detikcom, Rabu (20//5/2026).

Pihak medis kemudian memberikan penjelasan bahwa kondisi pembengkakan pada area wajah tersebut merupakan gejala edema. Fenomena ini terjadi akibat adanya penumpukan cairan dan garam di dalam jaringan tubuh karena organ ginjal tidak lagi mampu menyaring serta membuang sisa metabolisme secara optimal.

"Awalnya aku kira karena capek, tapi ternyata kata dokter penyakit dalam, muka aku khas orang kena gagal ginjal yaitu edema, atau penumpukan cairan di wajah," lanjutnya.

Berdasarkan data medis Healthline, penurunan fungsi organ sekresi yang ekstrem memang kerap memicu perubahan pada kulit wajah, seperti bengkak di sekitar mata, kulit sangat kering, gatal-gatal, hingga munculnya lepuhan. Keluhan fisik ini umumnya menyerang pasien gagal ginjal stadium akhir, individu pascatransplantasi, atau pasien yang rutin melakukan dialisis.

Selain faktor penyakit, konsumsi obat-obatan khusus untuk terapi ginjal juga berisiko menimbulkan efek samping berupa ruam mirip jerawat dan benjolan meradang. Untuk meredakan pembengkakan, dokter biasanya memberikan instruksi pembatasan asupan garam, peresepan obat diuretik, pelembap, serta mengimbau pasien agar tidak memecahkan lepuhan kulit guna mencegah risiko infeksi bakteri.

Artikel terkait

Rekomendasi