GAC International Tolak Strategi Perang Harga di Pasar Otomotif Indonesia

GAC International Tolak Strategi Perang Harga di Pasar Otomotif Indonesia
Foto: Ilustrasi GAC International Tolak Strategi Perang Harga di Pasar Otomotif Indonesia.

President of GAC International, Wei Haigang, menyatakan keengganannya untuk terlibat dalam fenomena perang harga di pasar otomotif Asia Tenggara, termasuk Indonesia, di tengah ketatnya persaingan segmen kendaraan energi baru (NEV). Penegasan tersebut disampaikan Haigang di Beijing, China, pada akhir pekan lalu sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Kondisi pasar otomotif saat ini ditandai dengan masifnya ekspansi merek asal China ke tanah air yang menawarkan fitur canggih dengan harga kompetitif. Hal ini memicu indikasi terjadinya persaingan harga yang tidak sehat di antara para produsen otomotif.

"Sebetulnya di China itu perang (harga) sudah lebih parah lagi lebih dari ASEAN," kata Haigang, President of GAC International.

Haigang menjelaskan bahwa perusahaannya memiliki kebijakan tersendiri dalam menetapkan nilai jual produk di pasar internasional. Strategi GAC lebih mengutamakan penempatan harga yang logis dibandingkan sekadar mengikuti tren penurunan harga kompetitor.

"Tapi strategi kami tidak mau ikut perang harga dari pada yang lain, kami mau posisi harga kami yang tepat," ungkap Haigang, President of GAC International.

Manajemen GAC menilai bahwa aksi banting harga bukan merupakan langkah bisnis yang berkelanjutan untuk jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan memilih untuk menyeimbangkan tiga pilar utama, yakni harga, kualitas produk, dan keunggulan layanan purna jual bagi konsumen.

"Kami itu bukan hanya menyediakan produk yang bernilai baik tapi dengan harga dan kualitas, jadi lebih fokus daripada harga murah. Kami juga utamakan servis, jadi bukan cuma harga rendah tapi juga servis dengan harga terjangkau untuk konsumen," kata Haigang, President of GAC International.

Implementasi strategi ini akan diwujudkan di Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Indomobil Group. Fokus kerja sama tersebut adalah memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang optimal kepada masyarakat, bukan hanya sekadar menjual produk murah.

"Itu tidak sustainable jika caranya dengan banting harga seperti itu. Kami dengan mitra Indomobil akan fokus pada servis bahwa kualitas produk ke konsumen," kata Haigang, President of GAC International.

Melalui pendekatan tersebut, GAC berupaya membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumen di Indonesia. Langkah ini sekaligus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan operasional bisnis di tengah dinamika industri otomotif yang semakin kompetitif.

Artikel terkait

Rekomendasi