Flyover Pasar Rebo Jadi Sasana Tinju untuk Tekan Tawuran Remaja

Flyover Pasar Rebo Jadi Sasana Tinju untuk Tekan Tawuran Remaja
Foto: Ilustrasi Flyover Pasar Rebo Jadi Sasana Tinju untuk Tekan Tawuran Remaja.

Kolong flyover Pasar Rebo di Ciracas, Jakarta Timur, kini mengalami transformasi besar dari area yang sebelumnya identik dengan tempat tinggal gelandangan dan lokasi tawuran menjadi pusat kegiatan olahraga. Penataan kawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur telah mengubah wajah lokasi tersebut menjadi tempat latihan bagi warga sekitar.

Setiap harinya, sebagaimana dikutip dari Megapolitan, area di bawah jembatan layang tersebut kini dipenuhi oleh anggota komunitas Jakarta Militan Fight Boxing Camp. Fasilitas olahraga seperti samsak hingga ring tinju telah tersedia secara permanen untuk menunjang latihan bela diri bagi masyarakat.

Pembangunan sasana tinju di lokasi yang tidak biasa ini merupakan langkah strategis untuk meredam konflik antar-remaja. Pengurus Bidang Kepelatihan Jakarta Militan Fight, Yance Sasapta, menjelaskan bahwa proyek ini berawal dari keprihatinan Wali Kota Jakarta Timur terhadap tingginya angka tawuran.

"Dulu Pak Wali Kota itu dengar di Jakarta Timur ini tingkat tawurannya tinggi, Akhirnya Pak Wali Kota ini ngumpulin nih dari beberapa anak-anak yang sering tawuran, kalau orang bilang mah gangster ya," kata Yance.

Pemerintah Kota Jakarta Timur kemudian mengambil langkah proaktif dengan memberikan wadah kompetisi bagi para remaja yang sering terlibat aksi jalanan tersebut. Salah satu bentuk dukungannya adalah memfasilitasi mereka bertanding dalam ajang tinju resmi.

Prestasi dan Fasilitas Latihan Gratis

Komitmen pemerintah untuk membangun sasana ini semakin diperkuat setelah salah satu pemuda yang terlibat memenangkan pertandingan tinju di Bogor. Kemenangan tersebut menjadi pemicu dibangunnya tempat latihan permanen di kolong flyover sebagai sarana penyaluran hobi yang positif.

"Nah, kebetulan salah satu anak gangster ini tanding, tinju sama anak Depok. Tandinglah mereka di Bogor dan Wali Kota itu dengar, 'kalau emang lu menang, nih anak gangster nih menang, gua hadiahi camp'," tutur Yance.

Hingga saat ini, petinju bernama Pale yang memenangkan pertandingan tersebut masih memegang sabuk juara di ajang Gladiator. Keberhasilan ini terbukti menarik minat luas, bahkan warga dari luar Jakarta kini turut datang untuk ikut berlatih.

Saat ini tercatat sekitar 30 orang aktif berlatih di Jakarta Militan Fight secara rutin. Yance menegaskan bahwa seluruh program latihan diberikan tanpa dipungut biaya bagi siapapun yang ingin bergabung.

ÔÇ£Cuma syaratnya kalau latihan harus pakai handwrap sama glove. Jangan mukul samsak pakai tangan kosong karena bisa cedera,ÔÇØ kata Yance.

Artikel terkait

Rekomendasi