Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) menggelar aksi pembagian daging kurban ramah lingkungan tanpa kantong plastik sekali pakai di Kota Bandung pada Hari Raya Idul Adha 2026, Kamis (28/5), seperti dilansir dari Media Indonesia.
Langkah nyata pengurangan limbah tersebut dilakukan dengan mengemas paket daging menggunakan besek atau wadah anyaman bambu yang menyasar para pemulung di kawasan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Gedebage.
Aksi ramah lingkungan ini mengedukasi warga secara langsung mengenai pengemasan hewan kurban yang lebih hijau, sekaligus menerapkan syarat membawa wadah mandiri bagi masyarakat lokal di area penyembelihan.
"Pelaksanaan kurban tanpa plastik ini merupakan yang ke-8," ungkap Dedi Kurniawan, Koordinator FK3I Nasional.
Panitia pelaksana menyediakan kupon bagi penduduk di sekitar tempat pemotongan untuk menjaga ketertiban distribusi kemasan ramah lingkungan tersebut.
"Untuk warga sekitar lokasi penyembelihan, kami siapkan kupon. Namun, saat mengantre mereka wajib membawa wadah sendiri dari rumah," tutur Dedi Kurniawan.
Gerakan memangkas timbulan sampah plastik dalam perayaan hari besar keagamaan ini sudah menjadi program tahunan yang konsisten dijalankan oleh organisasi.
"Semoga kegiatan ini bisa terus kami laksanakan secara konsisten di tahun-tahun mendatang. Perlu diketahui, ini merupakan tahun ke-8 bagi kami dalam melaksanakan kurban tanpa plastik," lanjut Dedi Kurniawan.
Kondisi penanganan sampah saat ini dinilai masih menjadi ancaman krusial akibat ketidakseimbangan antara laju produksi harian dan efektivitas upaya peredaman limbah.
"Sampah masih menjadi persoalan serius bagi kita semua. Produksi sampah semakin hari terus bertambah, sementara upaya pengurangan masih sangat lambat," tandas Dedi Kurniawan.
Lambatnya penanganan dinilai terjadi karena lemahnya implementasi regulasi di lapangan, rencana strategis yang belum optimal, serta rendahnya kepedulian publik.
"Kami menyerukan gerakan ini dengan cara apa pun. Nantinya, kami ingin pembagian daging dengan meminta warga membawa wadah masing-masing dari rumah, atau panitia menggunakan bahan yang mudah terurai seperti daun-daunan dan anyaman bambu," tegas Dedi Kurniawan, yang juga merupakan penasihat WALHI Jawa Barat.