Kementerian Keuangan Finlandia tengah merancang undang-undang mengenai pengenalan pajak pariwisata untuk mendukung pembangunan infrastruktur kota di seluruh wilayah tersebut. Rencana kebijakan ini diumumkan secara resmi pada Jumat (17/4) sebagai upaya memberikan pendapatan tambahan bagi kota-kota destinasi wisata populer.
Penyusunan aturan ini dilakukan agar pemerintah daerah dapat menutup pengeluaran yang muncul akibat tingginya aktivitas pariwisata di wilayah mereka, seperti dilansir dari Detik Travel melalui laporan lembaga penyiaran Yle pada Kamis (23/4/2026). Meskipun regulasi sedang disiapkan di tingkat pusat, wewenang implementasi sepenuhnya tetap berada di tangan masing-masing pemerintah kota.
Menteri Keuangan Riika Purra menyatakan bahwa kementerian telah memulai proses administrasi untuk merancang draf dasar aturan tersebut. Langkah ini diambil untuk memperkuat kemandirian finansial daerah dalam mengelola sektor pariwisata.
"bahwa kementerian telah mulai menyusun rancangan undang-undang tentang kemungkinan pengenalan pajak pariwisata di Finlandia" ujar Riika Purra, Menteri Keuangan Finlandia.
Model pemungutan pajak yang sedang dikembangkan bertujuan untuk menciptakan kesetaraan bagi seluruh penyedia layanan penginapan. Biaya tersebut rencananya akan dibebankan kepada seluruh pelancong, baik warga lokal Finlandia maupun wisatawan mancanegara, yang menggunakan jasa akomodasi berbayar untuk menginap sementara.
Pemerintah menargetkan undang-undang tersebut dapat mulai berlaku efektif pada tahun 2027 mendatang. Jika regulasi ini berjalan sesuai jadwal, kota-kota di Finlandia baru bisa memutuskan penerapan pajak tersebut dalam rencana anggaran tahun 2028 dan mulai melakukan pemungutan secara resmi pada tahun yang sama.
Melalui kebijakan ini, Finlandia menyusul sejumlah kota populer di Eropa lainnya yang telah lebih dahulu menerapkan sistem serupa guna menjaga keberlanjutan destinasi. Kota-kota seperti Venesia di Italia, Paris di Prancis, serta Seville di Spanyol sebelumnya telah menggunakan skema pajak turis untuk alasan yang sama.
Finlandia sendiri dikenal sebagai tujuan wisata unggulan dengan beragam daya tarik mulai dari fenomena aurora borealis di Lapland hingga wisata budaya di Benteng Suomenlinna. Kehadiran pajak baru ini diharapkan dapat menjaga kualitas fasilitas publik di tengah status negara tersebut sebagai negara paling bahagia di dunia selama sembilan tahun beruntun.