Sebuah tayangan video pendek berjudul Paper Phone atau ponsel kertas mendadak viral di jagat maya China karena narasi ceritanya yang menyentuh hati. Dilansir dari Tekno, video berdurasi lima menit ini menarik perhatian luas lantaran sepenuhnya diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) tanpa melibatkan aktor manusia.
Kisah dalam Paper Phone bermula saat seorang anak kecil mendatangi toko perlengkapan persembahan kertas dengan membawa uang sebesar 15 yuan. Bocah tersebut berniat membeli ponsel kertas agar dapat melakukan panggilan video dengan neneknya yang baru saja meninggal dunia.
Cerita ini berkaitan erat dengan tradisi tahunan masyarakat Tionghoa yang disebut Qingming setiap tanggal 4 atau 5 April. Dalam ritual ziarah makam leluhur tersebut, warga biasanya membakar replika benda-benda dari kertas sebagai simbol pengiriman barang ke alam baka, mulai dari uang hingga barang modern.
Keinginan sang anak untuk memberikan ponsel kepada almarhum neneknya menemui kendala karena uang yang dibawanya tidak cukup untuk membeli versi yang bagus. Pemilik toko yang merasa iba kemudian memberikan sebuah ponsel kertas versi gambar tangan kepada anak tersebut.
Setelah mengetahui bahwa nenek sang bocah baru saja berpulang, bos toko tersebut akhirnya memberikan ponsel kertas versi berkualitas tinggi. Adegan berlanjut ketika replika ponsel tersebut dibakar sebagai bagian dari tradisi pengiriman barang kepada leluhur.
Penutup video menampilkan momen emosional saat anak kecil itu duduk diam sambil terus menatapi ponsel kertas gambar tangan yang diterimanya dari pemilik toko. Adegan ini menyiratkan kepolosan sang anak yang belum sepenuhnya memahami konsep kematian dan terus menunggu panggilan yang tidak mungkin datang.
Film pendek yang memicu reaksi emosional warganet ini merupakan karya studio WAI asal Shenzhen. Menariknya, proses produksi hanya dilakukan oleh dua orang dalam waktu tiga hari dengan memanfaatkan generator video AI bernama Kling 3.0 Omni.
Model kecerdasan buatan yang juga terintegrasi dalam aplikasi Picsart ini memiliki keunggulan dibandingkan generator video AI standar lainnya. Kling 3.0 Omni diklaim mampu menyatukan elemen teks, gambar, video, hingga audio ke dalam satu sistem yang terintegrasi secara harmonis.
Teknologi ini memungkinkan pembuat konten menghasilkan video berdasarkan referensi gambar atau potongan suara tertentu. Hasilnya, karakter yang muncul dalam cerita tetap konsisten dari satu adegan ke adegan lain, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam produksi video berbasis AI.
Kualitas Visual dan Audio Berstandar Tinggi
Kling 3.0 Omni mampu memproduksi video hingga resolusi 4K dengan audio yang sudah tersinkronisasi secara otomatis. Sistem ini juga andal dalam menampilkan beberapa karakter sekaligus dalam satu frame, di mana masing-masing karakter memiliki suara yang berbeda-beda.
Efisiensi produksi meningkat pesat karena model AI ini memungkinkan pengeditan pada bagian spesifik tanpa harus merender ulang seluruh video dari awal. Dalam pembuatan Paper Phone, hampir semua elemen diciptakan secara digital, kecuali properti ponsel kertas gambar tangan yang merupakan benda nyata.
Warganet memberikan pujian tinggi terhadap kualitas visual video ini karena ekspresi karakter di dalamnya dinilai sangat mirip dengan manusia sungguhan. Selain kualitas gambar definisi tinggi (HD) dari berbagai sudut pandang, perpaduan musik dan audio dalam video tersebut dianggap sangat menyatu dengan keseluruhan jalinan cerita.