Angin Kencang Hambat Festival Balon Udara di Surakarta

Angin Kencang Hambat Festival Balon Udara di Surakarta
Foto: Ilustrasi Angin Kencang Hambat Festival Balon Udara di Surakarta.

Ribuan warga memadati Alun-alun Utara Keraton Surakarta untuk menyaksikan festival balon udara yang diselenggarakan dalam rangka HUT Bank Jateng Syariah pada Minggu (17/5/2026). Acara yang berlangsung meriah ini melibatkan seniman dan tim ahli dari Kabupaten Wonosobo dengan menerbangkan sebanyak 18 balon udara.

Kegiatan tersebut menghadapi kendala serius akibat hembusan angin kencang yang membuat proses penerbangan tidak berjalan mulus, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Kecepatan angin di lokasi tercatat mencapai 12 hingga 20 knot, padahal standar aman yang ditentukan hanya berkisar pada 4 knot.

Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut sangat berisiko bagi keselamatan dan keutuhan balon udara yang diterbangkan. Beberapa balon bahkan dilaporkan mengalami kerusakan berupa sobekan akibat hantaman angin yang melampaui batas aman tersebut.

ÔÇ£Sesuatu yang tidak memungkinkan kalau kita pertahankan terus posisi balon ada di udara, karena angin yang kencang ini bisa membuat balon itu sobek,ÔÇØ ujar Penyelenggara Festival, Slamet Sulistiono.

Meskipun demikian, sebagian besar balon udara tetap berhasil mengudara pada ketinggian rata-rata 15 hingga 20 meter. Slamet Sulistiono menegaskan bahwa festival ini sebenarnya telah mengantongi seluruh izin resmi dari AirNav Indonesia, otoritas bandara, Lanud, pihak kepolisian, hingga izin keramaian.

Acara serupa sebelumnya pernah sukses digelar di Kota Semarang dan Kudus, namun cuaca di Solo menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Penyelenggara pun berencana melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden kerusakan balon dan tetap melihat Solo sebagai lokasi potensial untuk agenda rutin di masa depan.

Kepadatan pengunjung di sekitar lokasi acara juga membawa dampak positif bagi sektor ekonomi lokal. Banyak pedagang kaki lima yang memanfaatkan momen keramaian ini untuk menjajakan produk mereka kepada para pengunjung festival.

ÔÇ£Wah full, penuh orang pokoknya. Alhamdulillah habis dua ember,ÔÇØ ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Widodo, seorang pedagang es krim asal Kabupaten Magelang yang sengaja datang sejak dini hari. Sembari berdagang, Widodo memantau beberapa balon tidak bisa terbang tinggi karena tiupan angin yang terus bertambah kencang menjelang siang hari.

Kondisi membeludaknya penonton dan kendaraan ini pada akhirnya memicu kemacetan lalu lintas yang cukup parah di sekitar Alun-alun Utara. Arus kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Pakoe Boewono sempat mengalami macet total sehingga petugas terpaksa menutup akses jalan menuju area utama demi menjaga keamanan.

Artikel terkait

Rekomendasi