Ferdy Sambo Tempuh Pendidikan S2 Teologi dari Dalam Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Tempuh Pendidikan S2 Teologi dari Dalam Lapas Cibinong
Foto: Ilustrasi Ferdy Sambo Tempuh Pendidikan S2 Teologi dari Dalam Lapas Cibinong.

Ferdy Sambo dilaporkan tengah menempuh pendidikan jenjang magister atau S2 Teologi saat menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.

Kabar mengenai aktivitas pendidikan mantan pejabat tinggi Polri ini menarik perhatian publik, terutama terkait proses perkuliahan yang dijalani dari balik jeruji besi, seperti dikutip dari Suara.

Pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) menjelaskan bahwa Ferdy Sambo terdaftar sebagai mahasiswa di Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI) melalui skema kerja sama dengan pihak lapas.

Pendidikan tinggi tersebut merupakan bagian dari program beasiswa yang dikhususkan bagi warga binaan beragama Nasrani di Lapas Cibinong sebagai bentuk pembinaan sumber daya manusia.

Sistem perkuliahan dilaksanakan sepenuhnya secara daring, sehingga warga binaan tetap dapat mengikuti seluruh proses belajar mengajar tanpa perlu meninggalkan area lembaga pemasyarakatan.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri para narapidana agar mereka memiliki bekal positif untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman.

Landasan Hukum Hak Pendidikan Warga Binaan

Pemenuhan hak pendidikan bagi narapidana telah dijamin secara konstitusional melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Dalam regulasi tersebut, ditegaskan bahwa setiap warga binaan berhak memperoleh pendidikan formal, baik pada tingkat dasar maupun jenjang pendidikan tinggi.

Ditjen Pas menekankan bahwa kesempatan belajar ini tidak hanya diberikan kepada Ferdy Sambo, melainkan terbuka bagi warga binaan lain di seluruh Indonesia yang memenuhi syarat.

Di Lapas Cibinong sendiri, berbagai program pendidikan formal telah berjalan selama beberapa tahun terakhir, mulai dari program Kejar Paket A, B, dan C hingga perguruan tinggi.

Data menunjukkan bahwa puluhan warga binaan telah memanfaatkan program pendidikan tersebut sejak tahun 2024 sebagai upaya memperbaiki masa depan pasca-bebas dari masa tahanan.

Artikel terkait

Rekomendasi