Langit Indonesia dijadwalkan akan dihiasi oleh fenomena astronomi menarik berupa bulan purnama yang dikenal dengan sebutan Flower Moon. Fenomena ini diprediksi dapat disaksikan dengan jelas hingga puncaknya yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2026 mendatang.
Masyarakat memiliki kesempatan untuk menikmati keindahan bulan purnama ini secara langsung menggunakan mata telanjang. Dilansir dari Suara, pengamatan tidak memerlukan bantuan alat optik khusus asalkan kondisi cuaca di lokasi pemantauan terpantau cerah.
Waktu pengamatan yang ideal dimulai sesaat setelah matahari terbenam ketika bulan mulai terbit di ufuk timur. Fenomena ini akan terus berlangsung sepanjang malam hingga menjelang fajar menyapa.
Istilah Flower Moon merupakan sebutan tradisional bagi bulan purnama yang muncul di bulan Mei. Penamaan ini berakar dari tradisi masyarakat adat di Amerika Utara yang menandai setiap purnama berdasarkan perubahan musim di wilayah mereka.
Nama tersebut dipilih lantaran bulan Mei menjadi periode mekarnya berbagai jenis bunga di belahan bumi utara. Oleh sebab itu, Flower Moon kerap dipandang sebagai simbol keindahan, pertumbuhan, dan penanda datangnya musim semi.
Meskipun menyandang nama bunga, penampakan bulan tidak akan mengalami perubahan warna menjadi berwarna-warni. Secara visual, Flower Moon akan tetap menampilkan cahaya putih terang atau kekuningan, tergantung pada posisi bulan dan kondisi atmosfer bumi.
Jadwal dan Waktu Puncak di Indonesia
Berdasarkan data astronomi yang dikutip dari Live Science, fase puncak bulan purnama ini akan terjadi pada pukul 17.23 UTC. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB), maka momen puncak Flower Moon jatuh pada 2 Mei 2026 pukul 00.23 WIB dini hari.
Meskipun puncak teknisnya terjadi pada dini hari, momen terbaik untuk mulai menyaksikan Flower Moon sudah tersedia sejak Sabtu malam, 2 Mei 2026. Masyarakat dapat mulai memantau langit sejak bulan muncul di ufuk timur setelah matahari terbenam.
Saat baru terbit, bulan seringkali terlihat lebih besar akibat adanya ilusi optik di cakrawala. Momen ini menjadi salah satu waktu favorit bagi para pencinta fenomena langit untuk mengabadikan pemandangan purnama.
Cahaya bulan akan mencapai tingkat kecerahan maksimal ketika mendekati fase penuh sempurna. Selama cuaca mendukung dan tidak tertutup awan mendung, pemandangan ini tetap bisa dinikmati hingga menjelang waktu fajar di seluruh wilayah Indonesia.