FDA Setujui Insulin Basal Mingguan Novo Nordisk untuk Diabetes Tipe 2

FDA Setujui Insulin Basal Mingguan Novo Nordisk untuk Diabetes Tipe 2
Foto: Ilustrasi FDA Setujui Insulin Basal Mingguan Novo Nordisk untuk Diabetes Tipe 2.

Kesadaran dan kepatuhan pengobatan bagi pasien diabetes dewasa di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat lebih dari 20 juta orang dewasa di tanah air yang hidup dengan kondisi kesehatan ini.

Sebuah studi mengungkapkan bahwa 43,4% pasien diabetes tipe 2 merasa terbebani karena harus menjalani pengobatan setiap hari. Sementara itu, sebanyak 28,4% responden lainnya mengaku sering terlupa untuk menjalani terapi mereka.

Kehadiran insulin basal mingguan kini menjadi alternatif yang relevan. Inovasi ini diharapkan mampu menyederhanakan proses terapi sekaligus mendukung tingkat kepatuhan para pasien.

Seperti dilansir dari Investor Daily, perusahaan layanan kesehatan Novo Nordisk mengumumkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan persetujuan resmi untuk produk insulin basal kerja panjang (long-acting) mingguan mereka. Produk medis teranyar ini merupakan insulin basal dengan injeksi 700 units/mL.

"Insulin ini diindikasikan sebagai terapi pendamping diet dan olahraga untuk membantu meningkatkan kontrol glikemik (gula darah) pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2. Persetujuan FDA atas insulin basal mingguan ini menjadi opsi solusi perawatan baru bagi pasien diabetes yang sebelumnya hanya bergantung pada insulin basal harian," kata Mike Doustdar, Presiden dan CEO Novo Nordisk dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Keputusan FDA tersebut diambil berdasarkan hasil dari ONWARDS phase 3a programme in type-2 diabetes for once-weekly injection. Program uji klinis ini melibatkan empat uji coba acak, active-controlled, serta treat-to-target terhadap sekitar 2.680 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.

Dalam pengujiannya, metode ini digunakan dalam kombinasi dengan insulin waktu makan, agen anti-diabetes oral umum, atau agonis reseptor GLP-1. Riset ini membandingkan efektivitas insulin basal mingguan dengan versi harian.

Hasil akhir program menunjukkan bahwa kedua metode tersebut sama-sama memberikan pengurangan kadar HbA1c pada pasien. Di samping itu, profil keamanan dari insulin mingguan ini terpantau konsisten dengan versi harian.

Langkah penyediaan produk ini merefleksikan komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan inovasi perawatan kesehatan bagi para penderita diabetes.

"Ketika beberapa pelaku industri farmasi mulai mundur dari kategori insulin, kami justru menegaskan komitmen kami dalam mendukung inovasi, akses, dan pasokan bagi jutaan pasien yang bergantung pada insulin setiap hari," ujar Mike.

Untuk pasar Indonesia, perusahaan telah menghadirkan inovasi terapi insulin koformulasi serta terapi GLP-1. Kedua opsi tersebut ditujukan untuk indikasi berbeda, yaitu penanganan diabetes tipe 2 serta pengelolaan obesitas.

Masyarakat tetap diimbau untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter guna mendapatkan informasi medis yang lebih mendalam, termasuk sebelum mengubah dosis atau memulai rejimen pengobatan baru.

Artikel terkait

Rekomendasi