Tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya memberikan penjelasan awal terkait fenomena api misterius yang menghantui rumah Mutfiana di Seyegan, Sleman. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, kemunculan api tersebut diduga kuat berkaitan dengan keberadaan gas hidrogen (H2) di area rumah.
Alva Edy Tontowi, selaku Koordinator Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, menjelaskan bahwa gas tersebut kemungkinan besar berasal dari limbah organik. Proses fermentasi dari limbah pemotongan ayam yang dikelola keluarga korban diduga menjadi sumber utama terbentuknya gas tersebut.
Potensi Gas Fosfin sebagai Pemicu Utama
Selain hidrogen, tim peneliti menduga adanya senyawa lain yang jauh lebih reaktif pada suhu ruangan, yaitu gas fosfin (PH3). Gas ini biasanya terbentuk dari material yang kaya akan fosfat, seperti sisa tulang atau bagian keras dari bulu ayam.
Alva menyebutkan bahwa fosfin sangat sulit dideteksi karena sifatnya yang langsung habis terbakar saat bersentuhan dengan oksigen. Keberadaan gas inilah yang kemungkinan besar memicu gas hidrogen di sekitarnya hingga menimbulkan kobaran api secara tiba-tiba.
Rekomendasi tindakan pencegahan bagi penghuni rumah :
- Membuka seluruh akses sirkulasi udara di dalam rumah agar gas tidak mengendap.
- Memasang alat bantu berupa blower atau kipas angin untuk menghalau rembesan gas yang terkumpul.
- Memindahkan seluruh benda yang mudah terbakar ke lokasi yang lebih aman.
- Melakukan penjenuhan tanah dan lantai menggunakan air kapur (cairan basa).
Langkah pemberian air kapur ini bertujuan untuk menekan pertumbuhan bakteri Clostridium yang berperan dalam produksi gas hidrogen. Saat ini, tim UGM masih terus melakukan analisis laboratorium terhadap sampel limbah cair guna memastikan sumber api lainnya.
Kronologi Teror Api Misterius
Fenomena ganjil ini tercatat sudah berlangsung selama hampir dua pekan dan menimbulkan keresahan mendalam bagi keluarga korban. Hingga saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 80 kejadian api yang muncul secara mendadak dan membakar berbagai perabotan di dalam rumah.
Keluarga Mutfiana bahkan terpaksa mengungsi ke bangunan ruko di sisi utara rumah mereka karena situasi yang semakin tidak terkendali. Namun, titik api justru dilaporkan meluas hingga ke area pengungsian tersebut dalam dua hari terakhir.
Data sebaran kejadian api di kediaman warga :
| Kategori Informasi | Detail Kejadian |
|---|---|
| Durasi Teror | Hampir 14 hari (2 minggu) |
| Frekuensi Munculnya Api | Lebih dari 80 kali kejadian |
| Jumlah Titik Api Terdeteksi | Sekitar 65 titik di berbagai sudut |
| Lokasi Terdampak | Rumah tinggal dan bangunan ruko sekitar |
Data di atas menunjukkan betapa masifnya gangguan yang dialami keluarga korban hingga harus melibatkan tim ahli dari universitas. Meskipun penyebab sementara sudah ditemukan, penelitian mendalam masih terus dilakukan untuk memastikan keamanan lokasi secara permanen.