Fakta Menarik Menara Jam Makkah yang Menjadi Ikon Baru Kota Suci

Fakta Menarik Menara Jam Makkah yang Menjadi Ikon Baru Kota Suci
Foto: Ilustrasi Fakta Menarik Menara Jam Makkah yang Menjadi Ikon Baru Kota Suci.

Menara Jam Makkah kini menjadi salah satu struktur arsitektur yang paling menonjol dan mudah dikenali dari kejauhan di pusat kota suci. Bangunan yang berdiri kokoh di dekat Masjidil Haram ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan simbol modernisasi layanan bagi jutaan jemaah.

Dilansir dari Detikcom, keberadaan menara ini merupakan inisiasi dari Pangeran Khaled Al-Faisal yang menginginkan adanya jam raksasa untuk penduduk Makkah. Pembangunan gedung yang dikenal sebagai Zamzam Tower atau Makkah Royal Tower ini merupakan hasil wakaf dari Raja Abdul Aziz.

Lokasi bangunan sangat strategis karena berada tepat di gerbang masuk utama Masjidil Haram. Kedekatannya dengan Ka'bah menjadikan kompleks Abraj Al-Bait ini sebagai titik orientasi utama bagi jemaah haji maupun umrah dari seluruh dunia.

Kompleks megah ini terdiri dari tujuh hotel pencakar langit yang mampu menampung lebih dari empat juta tamu setiap tahunnya. Keunggulan utamanya adalah pemandangan langsung ke arah Ka'bah yang dapat dinikmati dari banyak kamar hotel di sana.

Fasilitas penunjang di dalam gedung sangat lengkap, mencakup pusat perbelanjaan tujuh lantai, hypermarket, hingga klinik kesehatan. Konsep "satu atap" ini dirancang untuk memudahkan segala kebutuhan logistik dan keamanan para pengunjung selama berada di Makkah.

Teknologi Jam Raksasa Terbesar di Dunia

Daya tarik utama kawasan ini adalah jam raksasa yang terpasang pada bagian puncak menara. Dirancang oleh perusahaan desain SL Rasch sejak akhir 2006, jam ini menggabungkan kecanggihan teknologi modern dengan estetika seni Islam tradisional.

Permukaan jam berada di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan tanah dengan diameter yang luar biasa besar. Jarum jamnya saja memiliki panjang sekitar 22 meter dan dilapisi lampu LED sehingga tetap terlihat jelas dari jarak puluhan kilometer pada malam hari.

Pancaran cahaya hijau dan putih dari menara ini berfungsi sebagai navigasi visual bagi jemaah yang hendak menuju Masjidil Haram. Ukurannya yang masif memastikan waktu shalat dapat dipantau oleh penduduk di berbagai sudut kota.

Ketahanan Material Terhadap Cuaca Ekstrem

Konstruksi Menara Jam Makkah menggunakan rangka baja berkekuatan tinggi dan beton komposit untuk menahan beban bangunan. Bagian muka jam dilapisi material komposit khusus dengan mosaik kaca yang mampu memantulkan sinar ultraviolet.

Pemilihan material ini sangat krusial karena suhu di Makkah dapat berubah secara ekstrem hingga selisih 70 derajat Celsius antara siang dan malam. Mosaik kaca tersebut menjaga struktur tetap stabil dan tahan terhadap radiasi matahari yang menyengat.

Mekanisme Mesin dan Ornamen Puncak

Di puncak menara, terdapat ornamen bulan sabit raksasa berlapis emas yang interiornya difungsikan sebagai ruang ibadah dan doa. Struktur bulan sabit ini dibuat menggunakan serat karbon berkekuatan tinggi, serupa dengan teknologi pada kapal layar modern.

Mekanisme penggerak jam ini memiliki bobot mencapai 21 ton, menjadikannya salah satu mesin jam terberat di dunia. Mesin tersebut menggerakkan jarum jam berbahan serat karbon seberat 12 ton melalui sistem poros dan pinion berkualitas tinggi.

Selain fungsi mekanis, bagian belakang jam menampung pusat penelitian, ruang pameran sejarah pengukuran waktu, dan informasi astronomi Islam. Menara ini juga menjadi markas Institut Waktu Makkah yang memperkenalkan standar waktu berbasis kota suci.

Artikel terkait

Rekomendasi