Fadli Zon Usulkan Makam Pahlawan Nasional Jadi Cagar Budaya

Fadli Zon Usulkan Makam Pahlawan Nasional Jadi Cagar Budaya
Foto: Ilustrasi Fadli Zon Usulkan Makam Pahlawan Nasional Jadi Cagar Budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan penetapan makam para pahlawan nasional serta tokoh budaya sebagai cagar budaya nasional pada Selasa (19/5/2026). Langkah tersebut dinilai penting demi mengoptimalkan perawatan situs sekaligus membuka peluang pengembangan wisata religi dan budaya di Indonesia.

Gagasan tersebut disampaikan dalam taklimat media penetapan cagar budaya peringkat nasional 2026, sebagaimana dilansir dari Nasional. Saat ini, perlindungan terhadap makam-makam bersejarah tersebut dinilai belum merata karena sebagian di antaranya belum mengantongi status cagar budaya resmi.

"Menurut saya misalnya, makam-makam Pahlawan Nasional itu semuanya harusnya menjadi Cagar Budaya. Karena sekarang kan ada yang Cagar Budaya, ada yang tidak. Itu baru sisi makam," kata Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Kementerian Kebudayaan memandang status cagar budaya akan memberikan kepastian perawatan pada makam tokoh nasional dari kalangan sastrawan, seniman, hingga budayawan. Selain sebagai bentuk penghormatan, keberadaan makam-makam tersebut menyimpan nilai sejarah tinggi serta potensi ekonomi budaya yang besar bagi masyarakat sekitar.

"Kemudian makam-makam mungkin tokoh-tokoh nasional, baik itu dari seniman, budayawan, itu perlu dipikirkan untuk menjadi Cagar Budaya Nasional supaya bisa ada perawatan," ungkap Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Destinasi ziarah ini nantinya dapat dikembangkan menjadi sarana edukasi bagi publik. Fadli Zon mencontohkan beberapa makam tokoh dunia yang sukses menarik wisatawan, seperti kompleks makam Pantheon di Paris, Prancis, hingga makam Leo Tolstoy di Yasnaya Polyana, Rusia. Potensi serupa juga dimiliki oleh makam tokoh besar di dalam negeri seperti Soekarno, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta para sastrawan nasional.

ÔÇ£Nah, saya kira makamnya Chairil Anwar, makamnya Usmar Ismail, dan lain-lain itu bisa menjadi (cagar budaya)," tutur Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Pengelolaan situs makam secara profesional dipercaya mampu menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui perputaran ekonomi dari penjualan bunga, air kemasan, hingga cinderamata. Praktik komersialisasi makam tokoh sejarah ini juga telah lama diterapkan di luar negeri, salah satunya makam Karl Marx di Highgate, Inggris, yang menjadi destinasi wisata berbayar.

ÔÇ£Mereka ada orang jual bunga, ada orang jual air kemasan, ya itu kan namanya ekonomi. UMKM juga hidup," nilai Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Selain area pemakaman, optimalisasi ekonomi budaya ini ditargetkan menyasar objek cagar budaya lain seperti benteng, situs percandian, museum, hingga rumah bersejarah. Sejumlah kawasan seperti Candi Prambanan, Benteng Vredeburg, Candi Muara Takus, dan Candi Muaro Jambi disebut memiliki potensi besar jika dikelola secara profesional melalui peluncuran produk suvenir resmi demi memberi nilai tambah ekonomi, meniru kesuksesan museum di Korea Selatan dan Museum of Modern Art di Amerika Serikat.

ÔÇ£Kita akan kelola dan juga menjadikan budaya ini bagian dari ekonomi budaya," pungkas Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Artikel terkait

Rekomendasi