Pemerintah Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api Usai Tabrakan di Bekasi

Pemerintah Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api Usai Tabrakan di Bekasi
Foto: Ilustrasi Pemerintah Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api Usai Tabrakan di Bekasi.

Pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional pasca-insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam. Langkah ini mencakup pengawasan terhadap perusahaan transportasi yang diduga memicu kecelakaan tersebut.

Dilansir dari Nasional, peristiwa tragis di KM 28+920 ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia. Benturan keras pada pukul 20.52 WIB tersebut menyebabkan badan KRL Commuter Line jurusan Cikarang merangsek masuk ke dalam rangkaian KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan mengenai langkah hukum dan administratif yang diambil pemerintah. Fokus utama saat ini adalah melakukan audit terhadap operasional pihak swasta yang terlibat dalam awal mula kecelakaan.

"Termasuk dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," kata Teddy, Sekretaris Kabinet.

Teddy menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pemberian perawatan medis maksimal bagi seluruh korban luka. Selain itu, pemerintah berkomitmen mempercepat pembenahan pengamanan di perlintasan sebidang untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut," imbuh Teddy, Sekretaris Kabinet.

Presiden Prabowo juga telah menyetujui rencana pembangunan jalan layang atau flyover di kawasan Bekasi sebagai solusi jangka panjang. Di sisi lain, proses evakuasi korban yang terjebak di dalam gerbong telah dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan sejak malam kejadian.

"Pagi-pagi ini, Bapak Presiden pun telah langsung menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Jawa Barat," ungkap Teddy, Sekretaris Kabinet.

Hingga saat ini, puluhan korban luka masih menjalani perawatan di 12 rumah sakit berbeda di sekitar wilayah Bekasi. Fasilitas kesehatan yang menangani korban antara lain RSUD Kota Bekasi, RS Bella, RS Primaya, RS Siloam Bekasi Timur, hingga RS Mitra Keluarga.

Manajemen Green SM selaku pihak yang terkait dalam insiden ini menyatakan telah bersikap kooperatif dengan aparat penegak hukum. Mereka menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh prosedur investigasi yang sedang berjalan.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," tulis manajemen Green SM, Perusahaan Taksi.

Pihak manajemen taksi tersebut menyatakan akan terus memberikan informasi terbaru kepada publik berdasarkan data yang telah terverifikasi oleh pihak berwenang.

Artikel terkait

Rekomendasi