Petugas berhasil mengevakuasi bangkai taksi listrik yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut antara dua kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026) sore. Proses pengangkatan kendaraan tersebut dilakukan setelah lebih dari 18 jam berada di lokasi kejadian pasca insiden tragis tersebut berlangsung.
Dilansir dari Kompas, pemindahan bangkai mobil dilakukan dengan mengerahkan alat berat berupa crane dan tali pengait khusus. Kendaraan yang ringsek tersebut sebelumnya berada di area pinggir rel dengan posisi kedalaman mencapai lebih dari dua meter dari permukaan jalur kereta.
Upaya pengangkatan ini sempat mengalami kendala teknis akibat banyaknya kabel yang melintang di sekitar lokasi evakuasi. Petugas membutuhkan ketelitian ekstra untuk memindahkan bangkai kendaraan ke titik yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan infrastruktur kabel listrik maupun telekomunikasi.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, personel di lapangan akhirnya sukses mengangkat kendaraan tersebut dari dasar area rel. Keberhasilan evakuasi ini menandai tahap lanjut dari penanganan lokasi pasca tabrakan yang melibatkan dua rangkaian kereta api di wilayah tersebut.
Anggota Komisi VIII Rieke Diah Pitaloka terpantau mendatangi lokasi kecelakaan untuk meninjau situasi terkini dan menyampaikan rasa duka cita mendalam. Kehadirannya dimaksudkan untuk melihat langsung dampak dari insiden yang telah merenggut banyak korban jiwa tersebut.
Politisi tersebut memberikan penegasan agar pihak berwenang melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan kendaraan listrik tersebut sebagai pemicu utama kecelakaan. Tuntutan ini disampaikan agar faktor penyebab pasti tabrakan dapat diketahui oleh publik secara terang benderang.