KAI Evakuasi 240 Penumpang KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

KAI Evakuasi 240 Penumpang KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur
Foto: Ilustrasi KAI Evakuasi 240 Penumpang KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengevakuasi sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dalam kondisi selamat menyusul insiden tabrakan dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam. Operasi penyelamatan dilakukan secara cepat dengan mengalihkan penumpang menggunakan bus lanjutan guna memastikan perjalanan menuju Stasiun Gambir tetap berlanjut.

Kondisi seluruh penumpang kereta jarak jauh tersebut dipastikan tanpa luka setelah dipindahkan ke area aman sesaat pasca-benturan terjadi. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, pihak KAI bekerja sama dengan Basarnas, TNI, Polri, dan tim medis dalam menangani situasi darurat di lokasi kejadian.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memberikan pernyataan resmi mengenai prioritas penanganan dan kondisi terkini di lapangan. Ia memberikan jaminan bahwa aspek keamanan pelanggan tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam menghadapi insiden tersebut.

"Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini," ujarnya Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Pihak manajemen menekankan bahwa seluruh kekuatan saat ini dikerahkan untuk memitigasi dampak kecelakaan, terutama bagi para pengguna jasa yang terdampak di lintasan Bekasi Timur. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai instansi terkait untuk mempercepat normalisasi jalur.

"Ia melanjutkan, seluruh upaya difokuskan pada evakuasi dan penanganan korban. Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat." ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Berbeda dengan kondisi penumpang kereta jarak jauh, dampak serius dialami oleh pengguna KRL Commuter Line. Tercatat sebanyak 38 orang harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi akibat luka-luka yang diderita.

Insiden ini juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di pihak penumpang kereta komuter. KAI secara resmi mengonfirmasi adanya empat orang yang meninggal dunia akibat kerusakan parah pada gerbong KRL setelah bertabrakan dengan kereta api kelas eksekutif tersebut.

Akibat kecelakaan ini, operasional perkeretaapian mengalami perubahan signifikan dengan pengaturan ulang jadwal KRL di wilayah terdampak. Keberangkatan kereta jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasarsenen juga dihentikan sementara waktu demi alasan keselamatan operasional.

Artikel terkait

Rekomendasi