Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat berhasil mengevakuasi 136 penghuni Apartemen Mediterania Garden Residence, Grogol Petamburan, yang terdampak kebakaran pada Kamis (30/4/2026) pagi. Operasi penyelamatan berskala besar tersebut dinyatakan selesai sepenuhnya pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
Sebanyak 22 orang dari total warga yang dievakuasi harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit akibat mengalami sesak napas setelah terpapar asap tebal. Berdasarkan data posko evakuasi yang dilansir dari Megapolitan, para korban kini mendapatkan perawatan intensif di RS Pelni, RS Royal Taruma, RS Tarakan, dan RS Siloam Kebon Jeruk.
Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi menjelaskan bahwa meskipun situasi sudah dinyatakan aman, personel Damkar tetap melakukan penyisiran ulang ke seluruh unit hunian. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal di dalam ruangan yang terkunci saat insiden berlangsung.
"Sudah aman, sebenarnya situasi sudah hijau. Tapi memang karena tadi ada beberapa ruangan yang sempat terkunci, kami masih melakukan penyisiran terakhir dulu untuk memastikan," ucap Syaiful kepada Kompas.com di lokasi, Kamis (30/4/2026).
Penyisiran mendalam ini menjadi bagian dari prosedur keselamatan guna menjamin sterilisasi gedung setelah operasi pemadaman dan penyelamatan yang memakan waktu sekitar enam jam. Syaiful menegaskan prioritas utama adalah memastikan keselamatan nyawa seluruh penghuni tanpa kecuali.
Bintara Penyerang Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Barkah memberikan keterangan tambahan mengenai teknis evakuasi cepat yang dilakukan tim gabungan dari berbagai wilayah di Jakarta. Fokus utama petugas sejak awal kejadian adalah meminimalisir risiko fatal akibat akumulasi asap di dalam gedung.
"Jadi kita dari pagi bersama tim, khususnya dari Tanjung Duren dan juga berbagai Sudin yang lainnya, Sudin Pusat, Barat, Kantor Dinas segala macam, kita melakukan evakuasi secepatnya. Karena kaitannya dengan asap, itu adalah penyebab orang yang akan meninggal dunia," ujarnya.
Barkah mengungkapkan adanya kendala di lapangan saat beberapa penghuni lanjut usia sempat enggan meninggalkan unit apartemen mereka. Petugas harus melakukan upaya persuasif bersama pihak keluarga agar warga lansia tersebut bersedia turun menuju area aman.
"Di lantai 6 atau lantai 7, bahkan lantai 5 pun ada beberapa korban yang tidak mau dievakuasi karena dianggap dia masih bisa bernapas, masih menemukan oksigen di area ruangannya," kata Barkah.
Terkait aksi seorang penghuni bernama Iwan (42) yang menggunakan baju dengan pesan bantuan untuk menyelamatkan bayinya, Barkah mengonfirmasi bahwa sinyal darurat tersebut berhasil diidentifikasi petugas. Baju tersebut menjadi petunjuk krusial bagi tim evakuasi untuk segera menjangkau lokasi ayah dan anak tersebut.
"Sudah semua (dievakuasi). Itu dia hanya menandakan bahwa ada dia di atas sini. Dia kirim pesan pakai baju itu ingin memberikan sebuah sinyal bahwa kami tim Damkar dan tim-tim yang lainnya untuk melihat ke tujuan," kata Barkah.
Penanganan medis lanjutan tetap menjadi fokus otoritas setempat bagi puluhan warga yang terdampak polusi asap di lokasi kejadian. Sebanyak 11 orang dirawat di RS Pelni, 6 orang di RS Royal Taruma, 4 orang di RS Tarakan, dan 1 orang di RS Siloam Kebon Jeruk.
Barkah menambahkan bahwa koordinasi mengenai penyebab pasti kebakaran yang diduga berasal dari korsleting pada panel listrik di lantai bawah tanah kini sepenuhnya berada di bawah wewenang kepolisian.
"Sementara untuk penyebab kebakaran mungkin bisa berkoordinasi dengan instansi terkait (kepolisian). Karena ya kita cuma hanya fokus terhadap operasional pemadaman dan penyelamatan saja," tutup Barkah.