Seorang penghuni Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Jakarta Barat, melakukan aksi darurat dengan melemparkan pesan pada sehelai baju dari lantai 23 saat terjebak kebakaran pada Kamis pagi. Langkah tersebut diambil untuk meminta bantuan evakuasi bagi dirinya dan seorang bayi yang terjebak di tengah kepulan asap.
Aksi penyelamatan ini bermula ketika pesan tertulis di baju krem menggunakan spidol hitam mendarat di hadapan petugas. Informasi tersebut berisi detail lokasi korban yang mendesak untuk segera diselamatkan dari Tower C unit 33 GK akibat kondisi asap yang mulai masuk ke dalam ruangan.
Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Seman Riyadi, mengonfirmasi permohonan evakuasi dramatis tersebut saat ditemui di lokasi kejadian. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, kepanikan melanda penghuni karena keberadaan bayi di dalam unit yang terdampak asap.
"Tower C 33 GK, 2 orang, Iwan + Bayi," isi tulisan di baju tersebut.
Seman menjelaskan bahwa setelah menerima pesan tersebut, tim penyelamat yang telah dilengkapi alat pelindung diri langsung bergerak menuju lantai yang dimaksud. Ia juga terus memberikan arahan teknis kepada para penghuni lain melalui pengeras suara agar tidak terjebak situasi lebih buruk.
"Dia ngasih pesan, lewat baju itu dia minta evakuasi, maksudnya dia di lantai 23, ruang nomor 33 Tower C di GK ya, dia panik karena ada bayinya," ucap Seman.
Dalam arahannya, Seman meminta warga untuk memanfaatkan handuk basah guna menghalau masuknya asap ke dalam kamar. Langkah-langkah darurat ini disosialisasikan guna menjaga ketersediaan oksigen bagi warga yang masih menunggu pertolongan tim di lapangan.
"Itu posisinya dia ada asap dikit. Saya woro-woro juga. Tolong kalau ada handuk, kain dibasahin untuk biar asap tidak masuk ke ruangan. Itu tindakan darurat satu," ucap Seman.
Selain penanganan ventilasi, warga diinstruksikan untuk tetap berada di posisi rendah dekat lantai gedung. Hal ini dilakukan karena kepadatan oksigen di level bawah ruangan cenderung lebih stabil dibandingkan area atas yang dipenuhi karbon monoksida.
"Kedua, posisi jongkok di bawah saja karena oksigen di bawah itu masih banyak. Ketiga, pakai masker seadanya. Gitu seperti kain, handuk semua dibasahin untuk darurat," tambah Seman.
Proses evakuasi Iwan dan bayinya akhirnya membuahkan hasil positif setelah petugas menembus ketebalan asap menggunakan akses tangga darurat gedung. Keduanya berhasil dibawa ke area aman di lantai dasar untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
"Alhamdulillah selamat, sudah aman semua berhasil dievakuasi, iya (pakai tangga darurat)," tuturnya.
Operasi pemadaman dan penyelamatan ini melibatkan kekuatan penuh dengan pengerahan 26 unit mobil pemadam serta 130 personel. Petugas juga menyiagakan satu unit Bronto Skylift dan dua mobil blower untuk menyedot asap tebal yang mengendap di koridor apartemen.
Berdasarkan data papan informasi hingga pukul 10.45 WIB, sebanyak 63 penghuni telah dievakuasi ke titik aman. Sementara itu, 23 orang dilaporkan masih dalam proses penjemputan oleh tim penyelamat meskipun api telah berhasil dilokalisasi sejak pukul 09.00 WIB.