Petugas Gulkarmat Evakuasi Ayah dan Bayi di Apartemen Mediterania

Petugas Gulkarmat Evakuasi Ayah dan Bayi di Apartemen Mediterania
Foto: Ilustrasi Petugas Gulkarmat Evakuasi Ayah dan Bayi di Apartemen Mediterania.

Seorang penghuni pria bersama bayinya berhasil dievakuasi dari kepungan asap tebal di Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Kamis pagi setelah mengirimkan pesan darurat melalui sehelai baju yang dilemparkan dari lantai 23.

Aksi dramatis ini dilakukan Iwan (54) dengan menuliskan identitas dan lokasinya menggunakan spidol pada baju krem agar diketahui petugas di bawah gedung. Upaya penyelamatan tersebut berlangsung di tengah proses pemadaman api yang dilansir dari Megapolitan mulai melokalisasi area sekitar pukul 09.00 WIB.

Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Seman Riyadi, mengonfirmasi bahwa penghuni tersebut berada dalam kondisi panik karena asap mulai masuk ke dalam unit hunian. Di dalam ruangan tersebut, Iwan sedang bersama anaknya yang masih berusia 3,5 tahun.

"Tower C 33 GK, 2 orang, Iwan + Bayi," isi tulisan di baju tersebut.

Seman menjelaskan bahwa pesan tertulis itu menjadi petunjuk vital bagi tim penyelamat untuk menjangkau lokasi spesifik korban. Evakuasi segera dilakukan menggunakan alat pelindung diri lengkap melalui jalur tangga darurat gedung.

"Dia ngasih pesan, lewat baju itu dia minta evakuasi, maksudnya dia di lantai 23, ruang nomor 33 Tower C di GK ya, dia panik karena ada bayinya," ucap Seman.

Selama proses operasi, petugas memberikan instruksi keselamatan kepada penghuni lain yang masih tertahan di unit masing-masing melalui pengeras suara. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko hirupan asap beracun sebelum tim evakuasi tiba.

"Itu posisinya dia ada asap dikit. Saya woro-woro juga. Tolong kalau ada handuk, kain dibasahin untuk biar asap tidak masuk ke ruangan. Itu tindakan darurat satu," ucap Seman.

Petugas juga mengimbau warga agar tetap berada di posisi rendah untuk mendapatkan oksigen yang lebih bersih. Penggunaan masker darurat dari kain basah sangat disarankan dalam situasi sirkulasi udara yang memburuk.

"Kedua, posisi jongkok di bawah saja karena oksigen di bawah itu masih banyak. Ketiga, pakai masker seadanya. Gitu seperti kain, handuk semua dibasahin untuk darurat," tambah Seman.

Setelah upaya penanganan intensif, ayah dan anak tersebut akhirnya bisa dibawa turun ke titik aman dalam kondisi selamat. Keberhasilan evakuasi ini dikonfirmasi langsung oleh petugas di lapangan setelah mencapai lantai dasar.

"Alhamdulillah selamat, sudah aman semua berhasil dievakuasi, iya (pakai tangga darurat)," tuturnya.

Data dari papan informasi hingga pukul 10.45 WIB menunjukkan sebanyak 63 penghuni telah dievakuasi, namun 23 orang dilaporkan masih terjebak di dalam bangunan. Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan 26 unit mobil pemadam dan 130 personel, termasuk armada Bronto Skylift dan blower pengisap asap, untuk menangani insiden tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi