Jumlah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kini mencapai empat orang. Penambahan jumlah korban jiwa ini dipastikan setelah pihak UNIFIL mengonfirmasi kabar duka mengenai wafatnya Praka Rico Pramudia.
Dilansir dari Nasional, Praka Rico Pramudia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif akibat serangan yang terjadi di wilayah Lebanon Selatan pada akhir Maret 2026. Prajurit berusia 31 tahun tersebut sempat dirawat selama hampir satu bulan di sebuah rumah sakit di Beirut.
Melalui pernyataan resmi di platform X pada Jumat (24/4/2026), UNIFIL menyatakan duka mendalam atas kepergian Praka Rico. Insiden yang menyebabkan luka parah tersebut bermula dari ledakan proyektil di markas Adchit Al Qusayr pada malam hari, 29 Maret 2026.
"UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam," kata UNIFIL dalam pernyataannya di platform X, Jumat (24/4/2026), dikutip dari Antara.
Data dari Markas Besar (Mabes) TNI menunjukkan bahwa serangan tersebut melukai empat personel. Selain Praka Rico, tercatat nama Praka Bayu Prakoso, Praka Farizal Rhomadhon, dan Praka Arif Kurniawan sebagai korban dalam peristiwa yang sama.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, memberikan rincian mengenai kondisi para prajurit pasca-kejadian. Penjelasan tersebut disampaikan kepada media pada akhir Maret lalu untuk memperjelas status para personel di lapangan.
"Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Eskalasi konflik antara Lebanon dan Israel terus meningkat dan memicu insiden susulan hanya satu hari setelah ledakan di Adchit Al Qusayr. Pada 30 Maret 2026, dua prajurit TNI lainnya dilaporkan meninggal dunia di tengah situasi keamanan yang memburuk di wilayah perbatasan tersebut.
"Dalam insiden tersebut (pada 30 Maret 2025) dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat," tambah dia.
Hingga saat ini, tiga jenazah prajurit yang telah dinyatakan gugur mendahului Praka Rico Pramudia sudah dipulangkan ke tanah air. Seluruh personel tersebut telah dikebumikan melalui upacara pemakaman secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.