Eks Wamenaker Akui Tak Paham Aturan Gratifikasi Saat Terima Ducati

Eks Wamenaker Akui Tak Paham Aturan Gratifikasi Saat Terima Ducati
Foto: Ilustrasi Eks Wamenaker Akui Tak Paham Aturan Gratifikasi Saat Terima Ducati.

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, mengaku tidak mengetahui kewajiban melaporkan penerimaan hadiah kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang dugaan pemerasan sertifikasi K3 pada Kamis (7/5/2026).

Dilansir dari Nasional, Noel memberikan kesaksian terkait penerimaan satu unit motor Ducati Scrambler dan uang tunai senilai Rp3 miliar dari pegawai Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro. Noel menyatakan penyesalannya di hadapan majelis hakim karena tidak memahami regulasi mengenai pelaporan gratifikasi bagi pejabat negara.

"Enggak ngerti, Pak. Makanya saya menyesal banget," kata Noel, di persidangan, pada Kamis (7/5/2026).

Jaksa penuntut umum sempat memberikan penjelasan bahwa setiap hadiah yang diterima pejabat wajib dilaporkan guna menentukan status barang tersebut. Namun, Noel bersikeras bahwa dirinya benar-benar buta terhadap aturan hukum yang berlaku saat menerima barang dari sosok yang dijuluki Sultan Kemnaker itu.

"Tidak paham sama sekali. Sangat tidak tahu," ujar dia.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, penuntut umum menanyakan apakah saksi pernah berinisiatif melaporkan pemberian kendaraan mewah tersebut secara resmi ke lembaga antirasuah. Noel menegaskan bahwa hingga kasus ini bergulir ke persidangan, dirinya sama sekali tidak melakukan pelaporan apa pun.

"Enggak ada," jawab Noel.

Noel menjelaskan bahwa pemberian uang dan motor tersebut berkaitan dengan permintaan bantuan untuk menangani permasalahan hukum yang sedang dihadapi Bobby di kejaksaan. Terkait motor Ducati, Noel menceritakan bahwa pemberian itu berawal dari tawaran teman Bobby setelah diskusi santai mengenai hobi otomotif.

"Waktu itu dia cerita, ÔÇÿPak Wamen hobi motor ya?ÔÇÖ Saya bilang saya enggak hobi motor. Beberapa minggu kemudian temannya Bobby terus ngajakin saya coba motor. Katanya, ÔÇÿPak, cobain dulu. Kalau enggak cocok balikin lagiÔÇÖ," kata Noel, di persidangan.

Setelah sempat mencoba kendaraan tersebut, Noel kemudian menghubungi Bobby kembali untuk memastikan status kepemilikan motor tersebut. Hal ini dilakukan beberapa minggu setelah penawaran awal diterima oleh mantan Wakil Menteri tersebut.

"Beberapa minggu kemudian saya telepon Bobby, ÔÇÿMotormu jadi kamu kasih ke saya?ÔÇÖ Dia jawab, ÔÇÿYa sudah Pak, kirim alamatnyaÔÇÖ," ujar Noel.

Selain mengenai kronologi pengiriman, Noel menegaskan bahwa motor asal Italia yang ia terima adalah barang bekas dan bukan merupakan pesanan khusus darinya. Ia membantah keras tudingan yang menyebutkan bahwa dirinya sempat meminta rekomendasi merek motor tertentu kepada Bobby.

"Tidak pernah," jawab Noel.

Pernyataan ini muncul untuk menanggapi pertanyaan jaksa mengenai motif di balik pemilihan merek Ducati. Noel berulang kali menekankan bahwa inisiatif sepenuhnya berada di tangan pemberi, bukan atas permintaan pribadi selaku pejabat negara saat itu.

"Bobby ngasih," kata Noel.

Artikel terkait

Rekomendasi