Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 Tumbuh 5,61 Persen di Tengah Kontraksi

Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 Tumbuh 5,61 Persen di Tengah Kontraksi
Foto: Ilustrasi Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 Tumbuh 5,61 Persen di Tengah Kontraksi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (y-on-y) pada Selasa (5/5/2026). Namun, dilansir dari Suara, secara kuartalan ekonomi nasional justru mengalami kontraksi atau pengerutan sebesar 0,77 persen jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Sektor Pertambangan dan Penggalian serta Pengadaan Listrik dan Gas menjadi perhatian utama karena mencatatkan pertumbuhan negatif secara tahunan masing-masing sebesar 2,14 persen dan 0,99 persen. Kondisi ini dinilai dapat mengancam ketahanan energi nasional di masa mendatang.

BPS juga menyoroti penurunan drastis pada sektor layanan publik inti secara kuartalan. Jasa Pendidikan mengalami kontraksi sebesar 6,89 persen, sementara Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial merosot hingga 5,50 persen di periode yang sama.

"Kontraksi terdalam terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian yang anjlok hingga 8,20 persen secara q-to-q. Ini sangat berbahaya mengingat ketergantungan kita pada sektor ini," ungkap laporan BPS pada Selasa (5/5/2026).

Data tersebut menunjukkan fluktuasi tajam pada mesin pertumbuhan domestik yang belum sepenuhnya stabil. Meskipun sektor Akomodasi dan Makan Minum melonjak hingga 13,14 persen, capaian tersebut dianggap belum cukup kuat menutup perlambatan sektor industri.

Industri pengolahan yang memegang peran vital sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya tumbuh moderat di angka 5,04 persen. Hal ini memicu kekhawatiran terkait kualitas pertumbuhan ekonomi di tengah melemahnya sektor-sektor fundamental.

Artikel terkait

Rekomendasi