Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I-2026. Capaian ini melampaui pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 4,87 persen, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Selasa (5/5/2026).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengungkapkan bahwa sektor investasi memainkan peran krusial dalam pertumbuhan tersebut. Investasi menyumbang sekitar 32 persen dari total angka pertumbuhan nasional atau setara dengan kontribusi sebesar 1,8 persen pada kuartal pertama tahun ini.
"Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi 5,61% ini menunjukkan bahwa ekonomi kita berjalan sangat baik dan sangat positif. Dari sisi investasi, menyumbang 32% dari total pertumbuhan 5,61% atau sekitar 1,8%," kata Rosan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Rosan menjelaskan bahwa kontribusi investasi kali ini menunjukkan tren peningkatan jika dibandingkan dengan rata-rata periode sebelumnya. Biasanya, sektor investasi menyumbang angka di kisaran 28 hingga 29 persen terhadap struktur ekonomi nasional.
"Selama ini investasi itu menyumbangkan kurang lebih 28-29%. Alhamdulillah sekarang 32%, sehingga pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama ini mencapai hasil yang sangat-sangat baik," terangnya.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan data mengenai nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Berdasarkan harga berlaku, PDB Indonesia pada triwulan I-2026 menyentuh angka Rp6.187,2 triliun, sementara berdasarkan harga konstan berada di angka Rp3.447,7 triliun.
"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan I 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.447,7 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 bila dibandingkan triwulan I 2025 atau secara year on year tumbuh 5,61%," kata Amalia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).