Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menunjuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Eko Prabowo, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Transportasi Pakuan pada Senin, 6 April 2026. Penugasan ini dilakukan guna mengisi kekosongan jabatan setelah pimpinan sebelumnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan daerah tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, keputusan penunjukan pimpinan sementara ini telah berjalan selama beberapa pekan di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Dedie mengonfirmasi bahwa posisi strategis di badan usaha milik daerah bidang transportasi tersebut kini berada di bawah kendali Eko Prabowo.
"Sudah sejak tanggal 6 April saya tunjuk Asisten 1 Bapak Eko menjadi Plt Direktur" ungkap Dedie saat dihubungi Kompas.com, pada Kamis (30/4/2026).
Terkait alasan pengunduran diri pejabat lama, Dedie menjelaskan bahwa Rachma tidak memerinci alasan pribadinya secara tertulis dalam surat resmi. Meski demikian, terdapat alasan lisan yang sempat disampaikan mengenai urusan internal keluarga yang bersangkutan.
"Secara spesifik tidak disebutkan dalam surat pengunduran diri, namun pada kesempatan lain sempat disampaikan ada usaha keluarga yang perlu ditangani" kata Dedie.
Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi turut memberikan konfirmasi mengenai struktur kepemimpinan sementara di Transpakuan. Menurutnya, penunjukan Aspem Kesra dilakukan untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.
"Ada (Plt) Pak Eko Aspem dan Kesra, Eko Prabowo" ungkap Denny saat dihubungi Kompas.com, pada Kamis (30/4/2026).
Denny menambahkan bahwa pengunduran diri Rachma murni berasal dari inisiatif pribadi tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Ia menegaskan tidak mengetahui secara mendalam detail persoalan di luar permohonan yang diajukan.
"Iya atas permintaan sendiri, sendiri aja. Kan enggak hafal faktor apanya, permohonan sendiri" jelas Denny.
Sebagai catatan latar belakang, Rachma mulai memimpin Transpakuan sejak Mei 2022 pada masa jabatan Wali Kota Bima Arya Sugiarto. Saat itu, ia ditunjuk untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Direktur Utama sebelumnya, Lies Permana Lestari.