Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menemukan berbagai persoalan serius dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat melakukan inspeksi mendadak di Jakarta Barat pada Selasa (12/5/2026). Temuan tersebut mencakup ketimpangan operasional hingga penangguhan lebih dari seribu dapur karena tidak memenuhi standar kesehatan.
Laporan mengenai kendala di lapangan pertama kali diterima Dudung dari jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagaimana dilansir dari Nasional, laporan tersebut mengindikasikan adanya ketimpangan yang cukup signifikan dalam distribusi dan manajemen program yang baru berjalan ini.
"Bahkan Wakil Ketua BGN-nya itu ke kantor saya. Ya istilahnya sudah banyak ketimpangan-ketimpangan yang dia lihat dan bahkan yang sudah di-suspend juga sampai seribuan (dapur MBG) lebih itu," ujar Dudung, Kepala Staf Kepresidenan.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat tersebut menekankan pentingnya pengawasan ketat agar kendala awal ini tidak meluas menjadi masalah sistemik. Pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan secara berkelanjutan demi memastikan kelancaran program strategis presiden tersebut.
"Tetapi jangan sampai ini menjadi masif. Nah maksud saya demikian. Nah inilah kita berupaya secara terus-menerus agar program Bapak Presiden ini kita kawal maksimal," kata Dudung.
Dudung juga menyoroti laporan dari masyarakat mengenai insiden keracunan makanan yang sempat terjadi. Baginya, temuan di lapangan membuktikan bahwa keluhan yang disampaikan melalui media dan aduan publik merupakan fakta yang memerlukan penanganan segera.
"Ya artinya ini tidak kita boleh menganggap sepele. Jadi rupanya memang kebenaran itu memang ada, ya, sehingga menurut saya ini harus segera diperbaiki, yang harus segera juga dievaluasi," kata Dudung.
Kondisi sanitasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi perhatian utama karena berisiko tinggi terhadap keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat. Dudung memperingatkan perangkat lingkungan setempat untuk tidak meremehkan masalah pengelolaan limbah dan kebersihan dapur.
"Karena memang kalau misalnya tidak segera dievaluasi, ini dibiarkan begini saja, ini sampah sudah satu minggu coba bayangkan. Nih sekarang saya panggil RT-nya, jangan menganggap gampang ya. Nanti suatu ketika terjadi keracunan, anak-anak menjadi korban. Nah ini yang tidak kita inginkan," imbuh Dudung.
Dalam sidak tersebut, ditemukan sejumlah pelanggaran prosedur seperti keberadaan belatung, area dapur yang panas, serta pencampuran gudang penyimpanan bahan basah dan kering. Dudung menegaskan bahwa standar kebersihan pangan adalah harga mati dalam operasional SPPG.
"Kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, segera ditutup saja. Saya sampaikan ke BGN," kata Dudung menegaskan.