Presiden Prabowo Subianto resmi melantik jenderal purnawirawan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Prosesi pelantikan tersebut berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026.
Dilansir dari Suara, posisi strategis ini sebelumnya ditempati oleh M Qodari. Setelah pergantian ini, Qodari mendapatkan mandat baru dari Presiden untuk memimpin Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom.
Suasana di dalam istana berubah menjadi hening ketika pembacaan sumpah jabatan dimulai. Presiden Prabowo memandu langsung pengucapan janji sakral tersebut di hadapan para pejabat yang hadir.
"Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara."
"Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Prabowo memandu sumpah.
Berdasarkan data LHKPN yang dilaporkan pada Januari 2025, Dudung Abdurachman tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai Rp13.327.295.131. Laporan ini diserahkan saat ia mengemban tugas sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Aset terbesar milik mantan KSAD ini didominasi oleh tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp8,8 miliar. Selain itu, terdapat harta bergerak lainnya senilai Rp1,56 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp1,8 miliar.
Meskipun memiliki kekayaan belasan miliar, koleksi kendaraan pribadi di dalam garasi sang jenderal tergolong fungsional. Total nilai aset transportasi yang dilaporkan Dudung hanya sebesar Rp1,1 miliar.
Di dalam garasinya, terdapat mobil keluarga Toyota Veloz lansiran tahun 2019 yang ditaksir seharga Rp150 juta. Untuk mobilitas roda dua, ia memiliki satu unit Honda PCX tahun 2020 senilai Rp25 juta.
Kendaraan dengan nilai tertinggi milik Kepala KSP yang baru ini adalah Toyota Fortuner 2.4 VRZ tahun 2020. SUV tangguh yang sering digunakan untuk berbagai medan tersebut memiliki nilai taksiran Rp450 juta.
Seluruh kendaraan yang dimiliki oleh Dudung Abdurachman tercatat sebagai hasil sendiri. Publik menilai isi garasi jenderal bintang empat ini cukup wajar dan jauh dari kesan koleksi barang mewah pabrikan Eropa.