Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dengan menunjuk Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Penunjukan ini dikonfirmasi langsung oleh Dudung setelah menerima arahan khusus dari Presiden mengenai tugas pengendalian program prioritas nasional.
Keputusan perombakan ini dilansir dari Nasional, yang memantau kehadiran sejumlah tokoh penting di lingkungan Istana menjelang prosesi pelantikan. Dudung mengaku baru mendapatkan informasi kepastian pelantikan pada siang hari melalui sambungan telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut menjelaskan bahwa fokus utamanya ke depan adalah memastikan seluruh agenda strategis pemerintah berjalan sesuai rencana. Ia berjanji akan memberikan rincian lebih lanjut mengenai teknis kerjanya setelah resmi memangku jabatan tersebut.
"Ya arahannya bahwa tugas-tugas KSP sebagaimana sebagai mengendalikan, mengawasi untuk kegiatan-kegiatan program prioritas nasional, nanti saya jelaskan lah setelah dilantik," ujar Dudung, Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional.
Terkait kesiapannya mengemban amanah baru di pemerintahan, Dudung menegaskan loyalitasnya sebagai mantan anggota militer. Ia menganggap penugasan ini sebagai perintah langsung dari pimpinan tertinggi negara yang wajib dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
"Oh saya prajurit, harus siap ya, apalagi perintah Presiden," ucap Dudung, Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional.
Dudung juga mengonfirmasi telah melakukan koordinasi awal dengan M Qodari yang saat ini menjabat sebagai KSP. Mengenai status jabatan lamanya sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional, ia mengisyaratkan akan adanya proses transisi kepemimpinan.
"Ya mungkin nanti dalam waktu dekat diserahterimakan yang lama," kata Dudung, Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional.
Ketika dikonfirmasi mengenai kepastian pengunduran diri dari posisi sebelumnya, Dudung memilih untuk tidak memberikan jawaban spekulatif. Ia menyatakan seluruh keputusan terkait struktur jabatan tersebut sepenuhnya berada di bawah wewenang Presiden Prabowo.
"Nanti petunjuk Bapak Presiden saja," jawab Dudung, Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional.
Selain Dudung, sejumlah nama lain turut hadir mengenakan setelan jas hitam dan dasi biru untuk mengikuti pelantikan. Mereka di antaranya adalah Hanif Faisol, Hasan Nasbi, Abdul Kadir Karding, hingga tokoh buruh Jumhur Hidayat yang juga dipanggil ke Istana untuk mengisi posisi baru dalam pemerintahan.