Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, memberikan pernyataan terkait solusi penghentian konflik di kawasan Timur Tengah pada Kamis (16/4/2026). Ia menekankan bahwa langkah krusial yang harus diambil adalah dengan mengembalikan kehidupan normal bagi masyarakat Iran.
Pemulihan kondisi tersebut, menurut Sergei, mencakup pemberian kebebasan bagi Iran untuk mengelola energi nuklir sebagai sumber daya pendukung kehidupan, bukan untuk kepentingan persenjataan militer. Pernyataan diplomat Rusia ini disampaikan saat melakukan kunjungan ke Kantor Radio Sonora, Jakarta, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Biarkan mereka menjalani kehidupan normal mereka," kata Sergei saat ditemui di Kantor Radio Sonora, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Sergei turut memberikan pandangannya mengenai efektivitas diplomasi yang berjalan selama ini. Ia berpendapat bahwa penerapan gencatan senjata yang berulang kali dilakukan terbukti tidak mampu menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Dubes Rusia tersebut menjadikan situasi di Gaza sebagai rujukan utama kegagalan gencatan senjata. Ia menilai wilayah Gaza tetap menjadi sasaran operasi militer oleh Israel dan Amerika Serikat meski kesepakatan penghentian kontak senjata telah disepakati sebelumnya.
"Gencatan senjata lalu gencatan senjata lagi, sudah berapa kali dimulai kembali?" ucap Sergei.
Kritik tajam juga diarahkan kepada Pemerintah Amerika Serikat yang dianggap sebagai penggerak utama dalam eskalasi konflik dengan Iran. Sergei menyoroti standar ganda yang diterapkan Washington dalam menangani isu nuklir di panggung internasional.
Ia membandingkan kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran dengan perlakuan mereka terhadap Korea Utara. Menurutnya, meskipun Korea Utara secara terbuka memiliki kapabilitas militer nuklir, tekanan yang diberikan tidak serupa dengan yang dialami Iran karena perbedaan komoditas sumber daya alam.
"Karena Korea Utara tidak memiliki minyak," imbuh Sergei.