Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga personel TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon pada akhir Maret lalu. Pernyataan tersebut disampaikan Gerritsen saat merayakan Hari Raja Belanda di Jakarta pada Kamis (23/4/2026), dilansir dari Nasional.
Indonesia kehilangan tiga prajurit dalam serangkaian serangan saat menjalankan tugas internasional di Lebanon selatan pada akhir Maret dan awal April 2026. Peristiwa tragis tersebut juga mengakibatkan delapan personel TNI lainnya mengalami luka-luka.
ÔÇ£Saya hendak menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga tentara Indonesia yang pemberani saat menjalankan tugas mereka di Lebanon selatan,ÔÇØ kata Dubes Gerritsen, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia.
Gerritsen menekankan pentingnya posisi Indonesia sebagai mitra strategis Belanda yang telah menjalin kerja sama erat di berbagai bidang. Sektor tersebut mencakup pendidikan tinggi, lingkungan, konsultasi politik, hingga misi penjaga perdamaian dunia.
ÔÇ£Kami akan terus bersama Indonesia yang melaksanakan kewajibannya dan memainkan perannya untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik,ÔÇØ ucap Gerritsen, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hadir dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi atas simpati Belanda. AHY menyatakan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan terhadap para personel TNI.
ÔÇ£Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan ungkapan duka cita Duta Besar Marc Gerritsen,ÔÇØ kata AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Mantan perwira TNI ini mengenang pengalamannya sendiri sebagai bagian dari Kontingen Garuda XXIII/A yang bertugas di Lebanon selatan pada akhir 2006. Hal ini menyebabkan adanya ikatan batin yang kuat antara dirinya dengan para prajurit yang bertugas di korps tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, identitas tiga personel TNI yang gugur terdiri dari Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat tembakan artileri pada Minggu (29/3). Dua prajurit lainnya adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat mengawal konvoi pasukan pada Senin (30/3).