Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, menegaskan bahwa keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di negaranya merupakan bentuk kerja sama pertahanan dalam memberantas kelompok teroris ISIS pada Rabu (15/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Faisal saat melakukan pertemuan dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani beserta sejumlah tokoh ulama di Jakarta Pusat. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, kehadiran militer asing tersebut difokuskan pada upaya stabilitas keamanan kawasan dari ancaman kelompok radikal.
"Perlu kami tekankan bahwa angkatan militer yang ada di Kerajaan Arab Saudi adalah merupakan bagian dari upaya kerja sama antara kedua negara dalam memerangi yang disebut ISIS," kata Faisal Abdullah Al Amoudi, Duta Besar Arab Saudi untuk RI.
Pihak Kedutaan Besar Arab Saudi juga merespons serangan pesawat nirawak dan rudal balistik yang dilakukan oleh Iran terhadap fasilitas militer tersebut. Faisal menyayangkan tindakan tersebut dan menilai argumen yang digunakan pihak Iran untuk melegitimasi serangan tidak memiliki dasar yang kuat.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyatakan tetap mengutamakan langkah-langkah diplomasi dalam menghadapi ketegangan di kawasan Timur Tengah. Faisal menekankan bahwa otoritas Saudi memilih untuk bersikap bijak dan menahan diri agar tidak terjerumus dalam provokasi konflik yang lebih luas.
Terkait operasional ibadah haji, Dubes Faisal menjamin bahwa situasi keamanan di dalam negeri Arab Saudi tetap stabil dan kondusif bagi para jemaah. Ia memberikan konfirmasi bahwa seluruh wilayah kerajaan dalam kondisi aman untuk menyambut kedatangan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia.
Faisal juga mendoakan keselamatan bagi seluruh jemaah yang akan berangkat menuju tanah suci pada musim haji tahun ini. Otoritas Arab Saudi saat ini terus mematangkan persiapan teknis guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian prosesi ibadah di tengah situasi geopolitik tersebut.